Jelang Porprov VIII Kaltim 2026, Tiga Atlet Triathlon Balikpapan Bidik Medali di Tengah Keterbatasan Fasilitas
FOTO: Tiga atlet triathlon kota balikpapan, zahrah aurelia rachman, syabil wafi sutiono, dan muhammad khairil kafil panjaitan, terus mematangkan persiapan menjelang porprov VIII kaltim 2026 di kabupaten paser/doc.
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Tiga atlet triathlon Kota Balikpapan terus mengintensifkan latihan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada 8–11 November 2026.
Ketiga atlet tersebut adalah Zahrah Aurelia Rachman, Syabil Wafi Sutiono, dan Muhammad Khairil Kafil Panjaitan. Mereka kini mematangkan persiapan dengan meningkatkan porsi latihan renang, bersepeda, dan lari yang menjadi tiga disiplin utama dalam olahraga triathlon.
Ketiganya tidak ingin sekadar berpartisipasi dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Mereka menargetkan prestasi terbaik untuk membawa pulang medali sekaligus mengharumkan nama Kota Balikpapan.
Zahrah Aurelia Rachman menjadi salah satu atlet yang optimistis mampu meraih hasil maksimal. Atlet yang masih berstatus pelajar SMA Negeri 5 Balikpapan itu membidik medali emas pada nomor yang diikutinya.
Optimisme tersebut didukung hasil yang diraihnya pada babak kualifikasi sebelumnya, ketika ia berhasil mencatatkan hasil terbaik.
“Sejak enam bulan ini latihan saya tingkatkan. Latihan renang, sepeda, dan lari jaraknya terus saya tambah. Meski latihan dengan fasilitas seadanya, saya optimistis bisa mendapatkan emas. Kemarin saat kualifikasi saya menjadi yang terbaik,” ujar Zahrah saat ditemui di sela-sela latihan, Jumat (30/10/2026).
Sementara itu, Syabil Wafi Sutiono menargetkan posisi tiga besar. Meski demikian, ia tetap bertekad memberikan penampilan terbaik untuk membuka peluang meraih posisi tertinggi dalam kompetisi mendatang.
Syabil menyadari persaingan di Porprov VIII Kaltim 2026 tidak akan mudah. Karena itu, ia terus menjalani latihan untuk meningkatkan kemampuan fisik dan menjaga kesiapan menghadapi atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.
“Saya sudah siap menghadapi Porprov nanti, tetapi tetap terus berlatih karena sadar lawan yang akan dihadapi tidak mudah. Saya optimistis bisa masuk tiga besar. Saya akan berusaha maksimal agar nama Balikpapan bisa saya perjuangkan,” kata Syabil.
Berbeda dengan kedua rekannya, Muhammad Khairil Kafil Panjaitan mengaku baru kembali meningkatkan intensitas latihan dalam empat hingga lima bulan terakhir. Sebelumnya, ia lebih banyak memprioritaskan kegiatan perkuliahan.
Meski memiliki waktu persiapan yang relatif lebih singkat, Khairil tetap berupaya mengejar kondisi fisik terbaik. Ia menjalani latihan secara mandiri dengan dukungan orang tua dan keluarga atlet lainnya.
“Target saya tidak muluk-muluk, bisa masuk tiga besar sudah alhamdulillah. Insyaallah saya akan berusaha agar bisa masuk tiga besar,” tuturnya.
Berharap Fasilitas Latihan Lebih Memadai
Di balik semangat ketiga atlet tersebut, keterbatasan fasilitas latihan masih menjadi tantangan dalam mempersiapkan diri menghadapi Porprov. Mereka selama ini harus menjalani latihan secara mandiri dengan dukungan sarana dan prasarana yang masih seadanya.
Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk berprestasi. Ketiganya tetap berupaya memaksimalkan latihan demi mencapai target yang telah ditetapkan.
Zahrah berharap cabang olahraga (cabor), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta Pemerintah Kota Balikpapan memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan atlet triathlon, khususnya dalam penyediaan fasilitas latihan yang memadai dan sesuai standar.

Menjelang porprov VIII kaltim 2026, ketiga atlet terus meningkatkan intensitas latihan renang, bersepeda, dan lari demi meraih prestasi terbaik serta membawa pulang medali untuk kota balikpapan
Harapan serupa disampaikan Syabil dan Khairil. Menurut mereka, dukungan fasilitas yang memadai akan membantu atlet meningkatkan kemampuan, menjaga konsistensi latihan, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang lebih kompetitif.
Khairil menilai pembinaan triathlon seharusnya tidak hanya berorientasi pada Porprov. Dukungan berkelanjutan diperlukan agar atlet Balikpapan memiliki kesempatan berkembang dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Kami berharap ada fasilitas yang memadai. Tujuannya agar atlet Balikpapan bisa terus berprestasi, tidak hanya di tingkat lokal dan provinsi, tetapi juga nasional bahkan internasional ke depannya,” jelas Khairil.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Porprov VIII Kaltim 2026, ketiga atlet tersebut terus memaksimalkan waktu latihan yang tersedia. Mereka berharap kerja keras dan persiapan yang dijalani secara mandiri dapat membuahkan hasil positif serta menyumbangkan medali bagi kontingen Kota Balikpapan.
Di tengah keterbatasan fasilitas, perjuangan ketiganya juga menjadi pengingat pentingnya dukungan terhadap pembinaan atlet daerah agar potensi olahraga Balikpapan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
47
