Warga Graha Indah Murka, Listrik Padam Berjam-jam, Peliharaan Kolam Ikan Terancam Mati Hingga Peralatan Elektronik Terancam Rusak

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Pemadaman listrik secara bergilir yang masih terjadi di Kota Balikpapan dikeluhkan masyarakat. Gangguan pasokan listrik tersebut tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi warga yang terdampak.

Salah satu keluhan datang dari warga RT 58, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara. Dalam sepekan terakhir, warga setempat tercatat sudah tiga kali mengalami pemadaman listrik dengan durasi mencapai lima jam setiap kejadian.

Ketua RT 58, Joko, mengatakan pemadaman listrik tersebut berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Mulai dari terganggunya kegiatan belajar anak-anak yang dilakukan secara daring, risiko kerusakan peralatan elektronik, hingga matinya ikan di keramba milik warga akibat terhentinya pasokan listrik.

Menurutnya, masyarakat sebenarnya tidak pernah mempermasalahkan kenaikan tarif dasar listrik. Namun, kondisi pemadaman yang terus berulang tanpa kepastian penyelesaian membuat warga merasa dirugikan.

“Masyarakat tidak pernah komplain soal kenaikan tarif dasar listrik. Tetapi, ketika listrik mati seperti ini, seolah-olah PLN tidak pernah merasa bersalah atas dampak yang dirasakan masyarakat,” ujar Joko, Jumat (30/10/2026) siang.

Ia mengaku warga sudah lelah menyampaikan keluhan terkait pemadaman listrik. Sebab, hingga saat ini belum terlihat adanya perkembangan signifikan dalam penanganan persoalan tersebut.

Joko juga menyayangkan kondisi ketika masyarakat selalu dituntut untuk memenuhi kewajiban pembayaran listrik tepat waktu. Namun, ketika terjadi pemadaman bergilir, masyarakat harus menerima berbagai alasan tanpa mendapatkan kepastian pelayanan.

“Warga yang terlambat membayar listrik selalu dikejar-kejar untuk segera melunasi. Tetapi, ketika terjadi pemadaman seperti sekarang, PLN seolah memiliki seribu alasan. Ini yang sangat kami sayangkan,” tegasnya.

Bahkan, hari ini , warga RT 58 kembali mengalami pemadaman listrik sejak pukul 10.00 WITA. Listrik baru kembali menyala sekitar pukul 14.00 WITA atau setelah empat jam masyarakat harus beraktivitas tanpa aliran listrik.

Joko berharap pemerintah daerah turun tangan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut. Ia meminta agar kepentingan masyarakat menjadi perhatian utama sehingga warga tidak terus-menerus menjadi pihak yang dirugikan akibat gangguan pasokan listrik.

“Kalau memang PLN tidak sanggup dan terus merasa rugi, sebaiknya pengelolaannya diserahkan kepada swasta. Siapa tahu pelayanan bisa lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

75

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *