Kapal Tugboat Tabrak Boy Tambat di Perairan Jembatan Mahakam Ulu, Tidak Ada Korban Jiwa

Pemilik kapal PT. Bahtera Bestari Shipping. Foto: Ist

SAMARINDA, Metrokaltim.com — Insiden kecelakaan lalu lintas air terjadi di perairan sekitar Jembatan Mahakam Ulu, Kota Samarinda, pada minggu (25/1). Satu unit kapal tugboat Atlantic Star 23 dilaporkan menabrak boy tambat yang sebelumnya telah ditambatkan oleh TB Marina 1631 yang sedang menggandeng tongkang BG Marine Power 3066, serta TB Carriestar 67 yang menggandeng BG Bintang Timur 03.

Berdasarkan dugaan sementara, tali boy tambat tersebut putus akibat tekanan arus dan pergerakan kapal. Putusnya tali tambat menyebabkan boy beserta tonggaknya hanyut dan tidak terkendali. Tak lama berselang, tali second towing milik TB Marina 1631 juga dilaporkan putus sehingga tongkang BG Marine Power 3066 ikut hanyut dan sempat membahayakan alur pelayaran di sekitar jembatan.

Keterangan terkait insiden tersebut disampaikan oleh Galang Nuswantoro, Nahkoda Kapal Patroli KSOP Samarinda KN 373. Ia menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 05.00 WITA. Berdasarkan laporan dari Nahkoda TB Marina 1631, saat itu TB Atlantic Star 23 yang sedang menggandeng tongkang melakukan manuver putar. Namun dalam proses pergerakan tersebut, tongkang diduga kehilangan kendali dan menabrak boy tambat yang berada di perairan tersebut.

“Setelah menerima laporan, kami langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan pengumpulan data dari kapten kapal yang terlibat,” ujar Galang.

Terkait pengawasan di sekitar Jembatan Mahakam Ulu, Galang menegaskan bahwa pihak KSOP Samarinda telah melakukan patroli rutin selama satu bulan terakhir. Kapal patroli ditempatkan di sekitar perairan jembatan guna mengawasi aktivitas kapal, khususnya yang akan melakukan olah gerak atau melintas di bawah jembatan.

“Pengawasan dilakukan dengan komunikasi radio kepada kapal-kapal yang melintas agar menjaga jarak aman dan tidak bertambat di sekitar jembatan,” jelasnya.

Sementara itu, tindakan lanjutan yang diambil oleh Nahkoda KNP 303 setelah menerima laporan adalah segera menuju lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan awal terhadap kapal serta tongkang yang terlibat, termasuk melakukan pendataan awak kapal.

Pasca kejadian, kondisi Jembatan Mahakam Ulu juga telah diperiksa. Pemeriksaan dilakukan setelah proses evakuasi selesai sekitar pukul 08.00 WITA. Hasil pengamatan menunjukkan adanya goresan pada bagian pilar (pile cap) nomor 3 jembatan akibat benturan tongkang. Namun, secara umum struktur jembatan dinyatakan masih aman.

Dalam insiden ini, dipastikan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka, baik dari awak kapal maupun pengguna jalan yang melintas di atas jembatan.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

242

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.