Kapolda Kaltim Panen Jagung 2.287 Ton di Kaltim, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Panen jagung Kapolda kaltim dan pangdam VI Mlw di Penajam Pser Utara.Panen Raya Jagung di PPU: Kapolda Kaltim Gandeng Bulog dan Pengusaha Sawit. Foto Ries

PPU, Metrokaltim.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro bersama Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat, memimpin kegiatan panen jagung serentak yang berlangsung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (5/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari program ketahanan pangan nasional yang memasuki kuartal kedua tahun 2025.

Menurut Irjen Pol Endar, Penajam Paser Utara menjadi wilayah yang paling siap untuk melakukan panen saat ini. Hal tersebut dikarenakan pola tanam jagung di berbagai daerah tidak seragam, sehingga panen juga berlangsung secara bertahap. “Hari ini, wilayah yang paling siap panen adalah PPU. Nanti akan bergulir ke wilayah lain, menyesuaikan dengan waktu tanam masyarakat,” ujarnya.

Adapun total lahan yang dipanen pada kesempatan ini mencapai 529,7 hektare, dengan estimasi hasil panen sekitar 2.287,36 ton jagung. Data ini diperoleh dari hasil monitoring bersama antara kepolisian dan Perum Bulog, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Pihak Bulog menyatakan kesiapan mereka untuk menampung seluruh hasil panen, meski ada beberapa syarat teknis yang perlu diperhatikan. Di antaranya adalah kadar kekeringan minimal 14 persen, serta harga jual yang kompetitif. “Bulog siap membeli, tapi tantangannya ada di biaya distribusi dari daerah terpencil,” ungkap Endar.

Selain itu, Kapolda juga mengapresiasi keterlibatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Timur, yang anggotanya berkomitmen membantu budidaya jagung. “Kami mendorong agar tiap pengusaha bisa mengelola minimal 5 hektare lahan untuk budidaya jagung. Mereka sedang proses, dan kami akan terus memfasilitasi,” katanya.

Endar berharap sinergi ini terus berlanjut dengan dukungan dari pemerintah daerah, DPRD, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya. Ia optimistis bahwa dalam tiga hingga enam bulan ke depan, target budidaya jagung seluas 5 hektare per anggota GAPKI bisa terealisasi.

“Kami ingin ini menjadi gerakan bersama demi ketahanan pangan nasional,” tutupnya.

Penulis: Ries

Editor: ALfa

252

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.