Kebijakan PPKM Bukan Maunya Wali Kota, Tetapi Intruksi yang Wajib Ditaati

Balikpapan, Metrokaltim.com – Pemerintah kota Balikpapan menanggapi aksi demo yang dilakukan mahasiswa dari beberapa fakultas di Balikpapan, Kamis (22/7) siang, terkait dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sebelumnya status darurat menjadi level 4.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengungkapkan bahwa ini hal yang wajar karena ini demokrasi. Untuk menyikapi aksi demo silakan, tetapi tentunya kondisi sekarang ini sangat memprihatinkan.

“Saya berharap adik-adik mahasiswa juga memahami, bahwa pemerintah khususnya kota Balikpapan menerapkan PPKM darurat yang sekarang menjadi level 4 itu bukan kemauan wali kota, tetapi ini instruksi yang wajib dan harus ditaati,” ucap Rahmad Mas’ud saat ditemui di Polres Balikpapan, Jumat (23/7).

Instruksi ini dilakukan semuanya untuk masyarakat, permasalahan pro dan kontra pasti ada. Ia yakin pemerintah mengambil langkah ini sudah mengumpulkan para pakar asas manfaat dan mudharatnya, untuk asas manfaat yang harus diliat.

“Bayangin kalau berkerumun, dalam satu hari sudah berapa saudara-saudara kita yang meninggal dunia,” ujarnya.

Dia menyampaikan kepada adik-adik mahasiswa untuk bisa menahan diri, agar lebih bijak dalam menyikapi dan tentunya bijaksana dalam menyampaikan aspirasi. Bahkan ia juga terbuka untuk berdialog dan audiensi untuk menyampaikan langkah-langkah yang diambil pemerintah.

“Saya yakin dan berani pada Selasa (20/7) mengendorkan PPKM, karena belum ada instruksi dari Mendagri, tetapi pukul 03.00 Wita intruksi keluar, mau tidak mau kita harus taat kepada pemerintah,” paparnya.

Ia juga menyampaikan kepada seluruh masyarakat kalau ini memang tidak enak dan tidak nyaman, tetapi percayalah bahwa pemerintah tidak mau melihat rakyatnya susah.

“Maka itu kami akan salurakan bantuan sosial yang terimbas dari PPKM ini, dan insyaallah dalam waktu dekat bisa terealisasi,” tuturnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *