Metro Kaltim

Kelabui Petugas dengan Kotak Susu Bubuk, Dua Residivis Diringkus saat Bawa Sabu Seberat 598 Gram

Balikpapan, Metrokaltim.com – Meski pandemi covid-19 kasus peredaran narkoba kian marak di wilayah Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan. Namun demikian, petugas kepolisian tidak tinggal diam, pihaknya terus berupaya menangkap para pelaku jaringan narkoba itu.

Seperti yang berhasil diungkap oleh anggota Resnarkoba Polresta Balikpapan. Dua orang pelaku yang diduga pengedar berhasil ditangkap bersama barang bukti narkoba jenis sabu seberat 598,27 gram.

Terungkapnya kasus peredaran sabu ini bermula dari adanya informasi mengenai transaksi sabu yang dilakukan seseorang berinisal ED (40), warga Jalan Mulawarman, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur. Usai mendapat informasi tersebut, anggota Satreskoba Polresta Balikpapan langsung mengintai ED hingga ke kawasan Graha Indah, Balikpapan Utara.

Polisi kemudian menyergap ED di sekitar Gang Sepakat, Jalan MT. Haryono, Graha Indah, Balikpapan Utara pada Jumat (16/10) Petang. Saat penyergapan petugas turut mendapati kotak susu bubuk berisi sabu yang dikemas menggunakan plastik bening.

“Saat itu, Kami juga temukan paketan sabu di dalam kotak susu yang sengaja diselipkan oleh tersangka untuk mengelabui pengawasan,” terang Wakapolresta Balikpapan AKBP Sebpril Sesa didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Pambudi saat konferensi pers di Mapolresta, Selasa (20/10) Siang.

ED dan RS saat digelandang ke Mako Polresta Balikpapan.

Sebpril melanjutkan, dari hasil penangkapan tersangka ED, anggotanya kemudian melakukan control delivery (pengembangan kasus) untuk menelusuri pemasok barang. Hasilnya, petugas melacak keberadaan RS (38) warga Jalan Masjid Ar-Raudah, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan.

RS yang disinyalir berperan memantau pengiriman sabu disergap di kawasan Gang Lelly, Jalan MT. Haryono, Kelurahan Damai Baru, Balikpapan Selatan pada Sabtu (17/10) Sore.

“Menurut pemeriksaan, tersangka (RS) berperan memantau pengiriman barang (sabu, Red) hingga transaksi. Barang berasal dari seorang bandar di Samarinda,” imbuh Sebpril.

Kedua tersangka sedianya bermaksud mengedarkan sabu di wilayah Balikpapan. Sampai saat ini Polisi masih memburu keberadaan bandar pengirim sabu sabu kepada kedua tersangka.

“Sudah kami tetapkan DPO. Kita masih kembangkan terus. Menurut keterangan kedua tersangka mereka mengenal dan berkomunikasi dengan pemilik barang hanya melalui massenger,” tegasnya.

Menurut catatan Polisi, kedua tersangka merupakan residivis. ED sebelumnya diputus sanksi kurungan penjara selama 5 tahun atas kasus peredaran sabu pada tahun 2016 silam. Sedangkan RS merupakan residivis kasus serupa dan kasus pembunuhan.

Akibat perbuatannya, ED dan RS dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kedua tersangka terancam sanksi pidana kurungan penjara 20 tahun.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *