Metro Kaltim

Ketika Kapolresta Balikpapan Mengeluh Soal Jumlah Personel, Angka Lakalantas Menurun

Balikpapan, Metrokaltim.com – Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi mengeluh soal minimnya personel kepolisian di instansinya. Meski sedikit, dia bangga kepada anak buahnya karena mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Balikpapan.

Keluhan ini disampaikan Turmudi dalam rapat akhir tahun bersama jajarannya di Mapolresta Balikpapan, Senin (30/12) sore. Kepada awak media, dia berkata, saat ini Polresta Balikpapan memiliki 782 personel. Jumlah tersebut masih jauh dari kata layak. Di mana untuk menjaga keamanan Kota Minyak, Polresta Balikpapan seharusnya memiliki minimal 1.300 personel.

“Itukan disesuaikan dengan jumlah penduduk dan luas wilayah. Setiap tahun kota ini mengalami pertumbuhan penduduk. Jadi memang personel kami saat ini sangat terbatas sekali,” keluh pria berkacamata itu.

Minimnya personel kepolisian kota itu bukan hanya terjadi pada saat ini saja. Turmudi melanjutkan, pada 2018 Polresta Balikpapan juga kekurangan personel. Di mana pada tahun lalu ada 791 personel, yang seharusnya dibutuhkan 1.074 personel.

“Jadi tahun ini malah ada pengurangan. Itu karena ada yang meninggal, pensiun, dan lain-lainnya,” sesal pria yang baru mendapat kenaikan pangkat itu hari ini.

Kondisi ini makin diperparah lantaran Polresta Balikpapan tak memiliki kewenangan menambah personel. Semua kewenangan menambah pasukan ada di ‘tangan’ Mabes Polri, atas usulan dari Polda Kaltim.

“Yang mengusulkan itu dari Polda. Kalau Polres gak punya kewenangan untuk mengusulkan, nanti dari Polda ke Mabes,” tuturnya.

Selain memaparkan jumlah personel, Turmudi juga membeberkan kasus kriminal yang ditangani Polresta Balikpapan sepanjang 2019 dan 2018. Ada lima kasus kriminal yang menjadi atensi pihaknya pada tahun ini, yakni, narkoba, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan pemberatan (curat), penganiayaan berat (anirat) dan pencurian dengan kekerasan (curas).

Narkoba, sebut Kapolresta, pada 2019 ini tercatat ada 371 kasus, curanmor 56 kasus, curat 105 kasus, anirat 50 kasus dan curas 17 kasus. Sedangkan pada 2018, narkoba tercatat ada 336 kasus, curanmor 149 kasus, curat 255 kasus, anirat 109 kasus dan curas 42 kasus.

“Jadi rata-rata tahun ini hampir semua kasus kejahatan berkurang,” sebut perwira melati tiga di pundak itu.

Turmudi turut memaparkan kasus kejahatan yang paling menonjol di Balikpapan. Kata dia, pada tahun ini ada empat kasus yang menjadi perhatian publik. Pertama kasus pencurian 18 unit sepeda motor lintas provinsi.

Kemudian kasus penganiayaan ayah kandung yang dilakukan anaknya hingga menyebabkan kematian. Selain itu ada kasus curat 40 TKP dan premanisme Pasar Pandansari. Selain kasus kriminalitas, Turmudi juga memaparkan bidang lantas di Balikpapan sepanjang dua tahun terakhir.

Kata dia, pada tahun ini jumlah laka lantas tercatat ada 72 kasus, dengan korban meninggal dunia 29 orang, korban luka berat 11 orang, korban luka ringan 62 orang. Dari semua laka lantas ini, total kerugian materi diderita semua korban senilai lebih Rp172 juta.

Sedangkan pada tahun sebelumnya jumlah laka lantas tercatat ada 124 kasus, dengan korban meinggal dunia 3 orang, korban luka berat 39 orang, korban luka ringan 126 orang. Total kerugian materi diderita para korban laka lantas pada 2018 berjumlah Rp1,2 miliar lebih.

“Jadi kasus laka lantas pada tahun ini menurun. Ini tidak lepas dari peran anggota kami yang selalu giat melakukan edukasi lantas kepada masyarakat, meski jumlah personel kami minim,” pungkasnya.

(sur/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *