KM Virgo Transport 8 Diduga Tenggelam di Laut Jawa, Basarnas Balikpapan Kerahkan Kapal SAR Wisanggeni 236
FOTO: persiaapn KN Wisanggeni 236 berangkat menuju perairan laut jawa untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan terhadap KM Virgo Transport 8 yang tenggelam/doc/Ries
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan mengerahkan Kapal Negara (KN) SAR Wisanggeni untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan terhadap KM Virgo Transport 8 yang dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu dini hari, 13 September 2026.
Kapal dengan rute Surabaya-Banjarmasin tersebut dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 WIB/WITA setelah nakhoda melaporkan kapal dalam kondisi miring dan menghadapi cuaca buruk. Kapal kemudian diduga tenggelam di perairan Banjarmasin.
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan, mengatakan pihaknya menerima radiogram dari Kantor SAR Banjarmasin untuk memberikan dukungan dalam operasi pencarian dan pertolongan.
“Jadi Kantor SAR Balikpapan diminta dukungan dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan tersebut,” kata Dody.
Sebagai bentuk dukungan, Basarnas Balikpapan memberangkatkan KN SAR Wisanggeni pada Minggu siang. Kapal tersebut membawa personel gabungan yang terdiri atas 14 anak buah kapal (ABK), 10 personel tim rescue Basarnas Balikpapan, serta tiga personel dari potensi SAR di Balikpapan.
“Jadi onboard di KN SAR Wisanggeni 28 orang,” ujar Dody.
Dody menjelaskan, seluruh pergerakan operasi pencarian dan pertolongan akan dikoordinasikan oleh Kepala Kantor SAR Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC). Tim dari Basarnas Balikpapan yang berada di atas KN SAR Wisanggeni juga telah dilengkapi berbagai peralatan untuk mendukung proses pencarian.

Peralatan tersebut mencakup perlengkapan penyelamatan, peralatan pencarian di permukaan air, serta peralatan penyelaman. Kesiapan itu dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan operasi di lokasi kejadian.
“Jadi apabila dibutuhkan, kami siap,” kata Dody.
Berdasarkan pemetaan awal, jarak tempuh KN SAR Wisanggeni menuju lokasi pencarian diperkirakan mencapai sekitar 280 nautical mile atau mil laut. Dengan kondisi tersebut, perjalanan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 18 jam.
“Untuk lokasi, jarak tempuh setelah kita plot di peta itu kurang lebih sekitar 280 nautical mile, jadi lama perjalanan sekitar 15 sampai 18 jam,” jelasnya.
Dody menambahkan, durasi operasi pencarian akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pelaksanaan operasi selanjutnya berada di bawah koordinasi SAR Mission Coordinator dari Kantor SAR Banjarmasin.
“Untuk lama operasi pencarian disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Ini nanti tergantung dari pelaksanaan, dalam hal ini selaku koordinator misi pencarian adalah Kepala Kantor SAR Banjarmasin,” pungkas Dody.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
81
