Program PELITA Pertamina Patra Niaga Dorong Warga Batu Ampar Manfaatkan Lahan Perkotaan
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Lahan terbatas di kawasan perkotaan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat RT 59, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan, untuk mengembangkan kegiatan pertanian. Melalui Program PELITA, warga mulai didorong memanfaatkan lahan yang tersedia dengan budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik.
Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Balikpapan tersebut resmi diluncurkan pada Kamis (10/9). Selain pengembangan urban farming, kegiatan diisi dengan pelatihan teknik budidaya hidroponik bagi masyarakat.
Program PELITA diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan pangan di lingkungan permukiman, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi lahan perkotaan. Perempuan menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian dalam pengembangan program tersebut, terutama dalam mendukung kebutuhan pangan dan aktivitas ekonomi keluarga.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pemanfaatan lahan perkotaan melalui hidroponik dapat menjadi salah satu upaya mendekatkan akses pangan kepada masyarakat.
“Melalui program ini, kami ingin mendukung ketahanan pangan masyarakat dengan menghadirkan akses pangan yang lebih dekat bagi warga. Budidaya hidroponik juga diharapkan menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan dan meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Edi.
Menurutnya, keberadaan sarana budidaya perlu dibarengi dengan peningkatan keterampilan masyarakat agar program dapat berjalan secara berkelanjutan. Karena itu, peserta tidak hanya memperoleh dukungan fasilitas, tetapi juga mendapatkan pengetahuan teknis mengenai pengelolaan tanaman hidroponik.
Kegiatan tersebut diikuti Kelompok Patra Lestari sebagai kelompok binaan CSR Pertamina di RT 59 bersama masyarakat sekitar. Pelaksanaannya melibatkan Pemerintah Kelurahan Batu Ampar, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), PKK Pokja III, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Puskesmas Batu Ampar.
Supervisor HSSE IT Balikpapan, Jumriah, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dukungan lintas pihak dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan program pemberdayaan masyarakat dapat memberikan manfaat lebih luas.
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Batu Ampar, Suhartini, mengapresiasi pelaksanaan Program PELITA. Ia menilai budidaya hidroponik relevan diterapkan di kawasan perkotaan karena tidak membutuhkan lahan luas.
“Kami berterima kasih kepada Pertamina serta Ketua RT 59 dan warga yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Hidroponik menjadi solusi pemanfaatan lahan terbatas sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat. Kami berharap kegiatan ini juga dapat mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan pertanian perkotaan,” ungkap Suhartini.
Agar masyarakat mampu mengelola tanaman secara mandiri, pelatihan menghadirkan Noormansyah dari Asosiasi Hidroponik Balikpapan sebagai narasumber. Peserta mendapatkan materi mengenai sistem dan peralatan hidroponik, pembibitan, persemaian, pindah tanam, perawatan tanaman, hingga pengendalian hama.
Peserta juga diberikan kesempatan melakukan praktik secara langsung. Pembekalan tersebut diharapkan membantu Kelompok Patra Lestari dan masyarakat menerapkan teknik hidroponik dalam kegiatan sehari-hari sekaligus mengembangkan hasil budidaya secara bertahap.
Edi berharap sarana yang telah diberikan dapat dikelola dan dikembangkan oleh masyarakat sehingga Program PELITA tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi tumbuh menjadi aktivitas produktif yang memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami berharap fasilitas yang diberikan dapat dijaga, dimanfaatkan, dan terus dikembangkan oleh kelompok penerima manfaat agar program ini memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” tutup Edi.
36
