Komisi II DPRD Balikpapan Tinjau Potensi Sektor Pajak yang Belum Optimal untuk Peningkatan PAD
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Komisi II DPRD Kota Balikpapan tengah fokus untuk menggali potensi-potensi pendapatan yang masih belum maksimal di berbagai sektor pajak, dengan tujuan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota.
Komisi ini bekerja sama dengan Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) untuk memastikan bahwa setiap sumber PAD dapat memberikan kontribusi yang optimal.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengidentifikasi sektor-sektor yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi kendala dalam pemungutan pajak. Terutama, pihaknya berfokus pada pajak yang belum terbayar dan yang belum efektif dikelola.
“Kami sedang mengevaluasi data pajak yang masih menunggak dan berharap data terbaru sudah tersedia minggu ini,” ujar Fauzi, Minggu (23/2/2025).
Meskipun Kota Balikpapan berhasil melampaui target PAD 2024 dengan pendapatan lebih dari Rp1 triliun, Fauzi menekankan bahwa pencapaian yang sama harus tetap dipertahankan untuk tahun 2025.
“Evaluasi menyeluruh pada triwulan pertama 2025 menjadi langkah utama untuk memastikan target PAD tahun ini dapat tercapai,” jelasnya.
Selain itu, Komisi II juga memperhatikan sektor-sektor dengan potensi besar seperti pajak parkir dan hiburan malam. Meskipun target pendapatan di sektor tersebut telah tercapai, terdapat kekhawatiran mengenai penerapan pajak hiburan malam yang mencapai 60 persen.
Fauzi menyebutkan bahwa adanya ketidaksesuaian antara pajak yang dikenakan dengan pelaporan manual yang selama ini dilakukan dapat memengaruhi akurasi pemungutan pajak.
Untuk itu, Komisi II berencana melakukan kunjungan lapangan guna menilai langsung implementasi pemungutan pajak di sektor-sektor tersebut.
“Kami ingin memastikan pemungutan pajak berjalan dengan baik, akurat, dan efisien,” tambahnya.
Komisi II berkomitmen untuk mendukung BPPDRD dalam merancang strategi yang lebih efisien dan transparan untuk mengoptimalkan PAD.
“Kami akan terus bekerja sama untuk menciptakan sistem yang lebih baik dalam pengelolaan PAD yang lebih akuntabel,” tutup Fauzi.
Penulis: Mys
Editor: Alfa
450
