KPU Balikpapan Sebut Debat Bukan Sekedar Formalitas

Balikpapan, Metrokaltim.com – Debat Publik Pilkada Kota Balikpapan 2020 dilaksanakan pada Rabu (11/11) malam lalu. Pelaksanaan debat olah KPU Kota Balikpapan ini sebelumnya tertunda dua pekan. Dalam debat tersebut, pasangan calon Rahmad Mas’ud – Thohari Azis mengikuti sesi tanya jawab dengan lima panelis.

Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha, dalam kegiatan debat publik menegaskan, bahwasannya debat Pilkada bukan by design. “Adalah tidak benar bahwa debat ini by design, atau debat sekedar formalitas karena menggugurkan kewajiban,” ujar Thoha.

Karena walaupun hanya satu pasangan calon, namun KPU memiliki prinsip. Yaitu akan tetap berpegang pada asas Pilkada, Luber dan Jurdil, serta mengedepankan netralitas, integritas, dan profesionalitas.

“Debat ini adalah antara panelis dengan calon. Bukan sekedar merangkai kata, tapi calon dituntut bisa mengeluarkan ide dan gagasannya yang cemerlang,” ungkap Thoha.

Maka itu, Thoha, mengimbau agar masyarakat Kota Balikpapan mengikuti dan menonton acara debat tersebut. karena debat publik ini adalah salah satu cara untuk mengetahui, bagaimana sosok calon pemimpin daerah Kota Balikpapan.

Tayangan debat secara live yang ditayangkan pada Rabu malam di dua televisi dan radio lokal, serta beberapa akun Instagram maupun YouTube KPU Kota Balikpapan. Namun apabila masyarakat ingin melihat siaran tunda debat, bisa membuka akun YouTube KPU Kota Balikpapan.

“Makanya kami mengajak masyarakat bisa mengikuti debat sampai selesai. ini paling tidak dapat ini bisa menjadi awal membuka pikiran pemilih untuk mengenal pasangan calon,” imbuhnya.

Dalam debat publik yang berlangsung di Hotel Novotel ini, pasangan calon melakukan dialog dengan tim panelis. Pasangan calon juga mengutarakan ide maupun gagasan mereka untuk memajukan Kota Balikpapan.

Salah satu yang menjadi poin penting ialah terkait isu strategis pemindahan Ibu Kota Negara Baru (IKN) ke Kalimantan Timur. Dalam konteks keterkaitan ekonomi, panelis juga membahas tingkat pengangguran di Kota Balikpapan masih memiliki prosentase sebesar 7,92% atau18.800 orang.

(ftm/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *