Longsor di Samarinda, Lima Orang Selamat, Satu Masih Dalam Pencarian

Tim SAR berjibaku di tengah hujan deras dan medan sulit demi mencari korban longsor di Samarinda, Selasa (27/5). Foto Humas Basarnas

SAMARINDA, Metrokaltim.com – Hujan deras yang melanda Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Senin siang (27/5) mengakibatkan longsor di Jalan Gerilya, Gang Keluarga. Peristiwa ini menimpa beberapa rumah warga dan menyebabkan enam orang tertimbun puing-puing bangunan.

Empat korban berhasil diselamatkan lebih awal oleh warga dibantu tim gabungan. Satu korban lainnya, Ayu (22), berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan pada pukul 15.20 WITA. Saat ini, satu orang korban atas nama Sutiah (40) masih dalam pencarian.

“Begitu menerima laporan pukul 13.45 WITA, kami langsung mengoordinasikan pergerakan tim rescue dari Pos SAR Samarinda ke lokasi. Tim tiba dan langsung melakukan pencarian bersama unsur gabungan,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Endrow Sasmita, dalam keterangan resminya.

Ia menjelaskan, proses evakuasi menghadapi berbagai kendala, termasuk banjir dan hujan yang masih mengguyur lokasi. Kondisi ini menyulitkan akses tim SAR menuju titik longsor. Meski demikian, upaya pencarian terus dilakukan secara maksimal.

Operasi SAR melibatkan peralatan ekstrikasi, alat komunikasi, serta dukungan medis. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat terus bersinergi di lapangan.

Basarnas mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi. Masyarakat juga diminta segera melapor ke pihak berwenang jika terjadi situasi darurat.

“Kami akan terus melakukan pencarian sampai semua korban ditemukan. Kami juga minta doa dan dukungan dari semua pihak agar evakuasi berjalan lancar,” tambah Endrow.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan masih berlangsung. Pihak berwenang juga melakukan pemantauan lanjutan terhadap potensi longsor susulan di sekitar lokasi kejadian.

271

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.