Mandor Jadi Otak Pelaku, Belasan Tiang Telpon Raib Usai Dipasang

Balikpapan, Metrokaltim.com – Tim Beruang Hitam Satreskrim Polresta Balikpapan berhasil meringkus pelaku pencurian tiang besi telekomunikasi di Balikpapan. Tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencurian tiang telepon berwarna merah hitam dengan panjang 7 meter setiap tiangnya.

Rupanya para pelaku ini merupakan para pekerja dari subkontraktor yang bertugas memasang tiang-tiang besi tersebut di sejumlah wilayah di Balikpapan. Ketujuh pelaku yakni ANR, LH, AS, NMS, PNE, SRR, dan EER.

Subkontraktor tempat mereka bekerja ini melakukan perjanjian kerja sama dengan korbannya untuk melakukan pemasangan tiang di Perumahan Griya Karang Joang Asri, yang berlokasi di Km 10, Kecamatan Karang Joang, Kelurahan Balikpapan Utara, pada Sabtu (15/5).

Tujuh pelaku saat diamankan di Mapolresta Balikpapan.

“Subkonnya ini mengutus 7 orang untuk melaksanakan pemasangan tiang telepon di Perumahan Griya Karang Joang Asri, Km 10, Kecamatan Karang joang, Kelurahan Balikpapan Utara, dan pemasangan itu berjalan lancar,” terang Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, Kompol Rengga Puspo Saputro, pada Kamis (2/8) siang.

Awalnya, pemasangan tiang tersebut berjalan lancar dengan mandor dan subkon yang ditugaskan. Namun setelah terpasang tiang besi tersebut kemudian difoto dan dilaporkan ke pihak perusahaan. Para pelaku kemudian mencabut kembali tiang-tiang tersebut. Dan langsung dibawa menggunakan mobil, untuk di jual.

Aksi tersebut pun akhirnya diketahui korban, hingga akhirnya melakukan pengecekan ke lapangan untuk memastikan. Merasa keberatan korban pun melapor ke Mapolresta Balikpapan, lantaran mengalami kerugian Rp 36,1 juta.

Polisi yang mendapat laporan tersebut langsung memburu para pelakunya. Hingga akhirnya, pada Sabtu (28/8) sekira pukul 17.00 Wita, ketujuh pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti sebanyak 5 buah tiang di rumah masing-masing.

“Ketujuh pelaku tersebut merupakan warga Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat, kami amankan di rumahnya masing-masing,” bebernya.

Menurut pengakuan pelaku, tiang-tiang tersebut rencananya akan dijual ke tempat penjualan barang bekas. “Tapi sebelum dijual kami berhasil mengamankan,” ujar perwira berpangkat satu melati di pundak ini.

Rengga menambahkan dari tujuh pelaku, yang menjadi otak dan mandor dalam kasus tersebut yakni AS, sementara ANR menjadi pengawas dan kuli dan ke 5 pelaku lainya sebagai pekerja. “Dari ketujuh pelaku ini ada satu berinisial EER merupakan residivis kasus pembunuhan pada tahun 2008 silam,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya ketujuh pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *