Pembukaan KKP Sespimmen Polri di Polresta Balikpapan Angkat Tema Kepemimpinan Digital di Era Post-Truth

Ketua Tim Suverpisi Sespimen Polri Dikrek ke-65, Gelombang ke-2, Tahun Anggaran 2025, Irjen Pol Muhammad Agung Budi Jono saat memberikan paparan. Foto: Bay

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Polresta Balikpapan menjadi tuan rumah pembukaan kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-65 Gelombang II Tahun Anggaran 2025, Senin (10/11). Kegiatan yang digelar di lobi Mako Polresta Balikpapan ini diikuti oleh 10 peserta dan mengusung tema “Kepemimpinan Digital di Era Post-Modern dan Post-Truth.”

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakapolresta Balikpapan AKBP Hendrik Eka Bahalwan, mewakili Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, AKBP Hendrik menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim Sespimmen Polri serta apresiasi atas pemilihan tema yang dianggap relevan dengan kondisi sosial dan tantangan kepemimpinan masa kini.

“Kami menyambut baik pelaksanaan KKP ini. Tema kepemimpinan digital sangat penting, karena Balikpapan saat ini sedang menghadapi berbagai dinamika di era post-modern dan post-truth,” ujarnya.

Hendrik juga melaporkan kondisi terkini wilayah Kota Balikpapan. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, jumlah penduduk tetap mencapai 764.595 jiwa, sementara penduduk non-permanen sekitar 30 ribu orang. Ia menjelaskan, pertumbuhan penduduk tersebut turut dipengaruhi oleh keberadaan proyek strategis nasional (PSN) di wilayah Balikpapan.

“Balikpapan saat ini menduduki peringkat ke-6 kota dengan PDRB tertinggi di Indonesia. Peningkatan ini salah satunya didorong oleh proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina yang kini menjadi salah satu penghasil energi terbesar nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Supervisi Sespimmen Polri Irjen Pol Muhammad Agung Budi Jono dalam arahannya menyoroti pentingnya adaptasi kepemimpinan di era digital dan tantangan post-truth yang semakin kompleks.

“Sekarang dunia sudah terbagi dua, dunia nyata dan dunia maya. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa menjaga stabilitas keduanya secara seimbang,” ujar Irjen Agung.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah pola interaksi masyarakat, termasuk dalam sistem keamanan. Ia mencontohkan, patroli kepolisian kini tidak hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga di dunia maya melalui media sosial.

“Laporan masyarakat sekarang bisa langsung disampaikan lewat media seperti Instagram atau TikTok, bahkan secara real time. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan respons aparat harus semakin cepat dan adaptif,” tambahnya.

Irjen Agung juga menekankan pentingnya kegiatan KKP sebagai sarana pembelajaran praktis bagi peserta didik Sespimmen untuk memahami kondisi lapangan sekaligus mengasah kemampuan analisis strategis dan manajerial.

“Melalui KKP ini, peserta diharapkan dapat memberikan masukan dan solusi bagi peningkatan kinerja kepolisian di daerah. Hasil kegiatan ini nantinya juga akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi pimpinan Polri,” tegasnya.

Kegiatan KKP ini dijadwalkan berlangsung hingga Kamis mendatang dan akan ditutup dengan paparan hasil oleh peserta di hadapan Kapolda Kalimantan Timur.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

207

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.