Pemkot Perketat di Pelabuhan dan Bandar Udara

Balikpapan, Metrokaltim.com – Mencegah penyebaran covid-19 di kota Balikpapan, Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan melakukan pengetatan untuk warga pendataan dari luar daerah di pelabuhan dan bandara undara.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menjelaskan, untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, warga yang datang memiliki status Orang Dalam Pengawasan (ODP) untuk di pantau.

“Selain dipantau, mereka juga akan dicegat di pelabuhan laut,” ucap Rizal Effendi.

Lanjutnya, pihaknya akan melakukan pengecekan rapid antigen di Pelabuhan. Ketika masih ada yang lolos, maka akan dilakukan pengecekan di PPKM Mikro melalui Satgas tingkat RT.

Dan mereka yang tidak memiliki surat rapid antigen, tidak diperbolehkan masuk lingkungan, meski ia berstatus ODP. Setelah seminggu baru akan terlihat hasilnya. Ketika dalam pemantauan itu ternyata hasilnya positif, maka akan ditindaklanjuti untuk isolasi di rumah atau dikirim ke embarkasi haji.

“Walau sebagian besar tidak di Balikpapan mereka hanya melintas saja makanya tidak menjadi perhatian, tetapi yang tinggal di Balikpapan atau yang terlanjur pulang mudik akan di pantau,” jelas Rizal.

Sementara antisipasi ini, rencananya akan dilakukan mulai (18/5), dengan mengerahkan semua Satgas ditiap tingkatan yang sudah ada.

“Apalagi ada Satgas tingkat kelurahan dan kecamatan yang mengawasi.mulai dari lurah, babinsa, camat, Kapolsek hingga Danramil,” paparnya.

Rizal memaparkan, hal tersebut juga berlaku untuk Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan. Walau tidak seketat Pelabuhan, karena Bandara sudah menerapkan rapid test sebagai syarat penerbangan.

Lebih jauh Kepala Dinas Kesehatan Andi Sri Juliarty menambahkan, ia juga mengirimkan release kepada pewarta poin-poin menyangkut kedatangan pemudik dan pendatang ke Balikpapan.

Poin-poin itu meliputi wajib menunjukkan hasil rapid antigen kepada Satgas PPKM Mikro Tingkat RT, Berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) selama tujuh hari, yang mantau adalah Satgas PPKM Mikro di tingkat RT, jika tidak dapat menunjukkan hasil rapid antigen maka pak RT memberi surat pengantar untuk ditest rapid antigen gratis di Puskesmas, jik positif akan diisolasi di ember kasih haji, serta selama berstatus ODP tetap melakukan karantina di rumah.

(mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *