PGK Kaltim Gelar Diskusi 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo, Karhutla Jadi Sorotan

SAMARINDA, Metrokaltim.com – Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kalimantan Timur menggelar diskusi publik bertema “Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto” di Kota Samarinda, Rabu (21/10/2026) siang. Diskusi tersebut menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan sekaligus merumuskan solusi yang dapat disampaikan kepada pemerintah.

Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan dalam kegiatan tersebut, mulai dari penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis energi, dinamika sektor pertambangan dan perkebunan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga program Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Gratispol.

Ketua DPW Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Kaltim, Rendy Putra, mengatakan diskusi publik tersebut diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah.

“Melalui diskusi hari ini, kita bisa mencari solusi yang kemudian ditindaklanjuti kepada pemerintah. Berbagai persoalan yang kita bahas ini merupakan isu-isu penting, termasuk evaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan moderator Dedy Pratama, akademisi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Dr. Topan, serta Tenaga Ahli Menteri Pendidikan RI, Dr. Ramadhani, yang mengikuti diskusi secara daring melalui Zoom.

Dalam tanggapannya, Dr. Ramadhani mengapresiasi penyelenggaraan diskusi publik yang dinilainya menjadi ruang pertemuan bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan masukan terhadap program prioritas pemerintah.

Menurutnya, forum semacam ini dapat mempertemukan aktivis, mahasiswa, akademisi, pemerhati kebijakan, dan tokoh masyarakat untuk bertukar pandangan sekaligus memberikan rekomendasi bagi pelaksanaan program pemerintah di daerah.

“Kita mengapresiasi ruang-ruang diskusi yang dilaksanakan teman-teman PGK Kaltim. Forum seperti ini menjadi titik pertemuan bagi para aktivis, pemerhati, mahasiswa, dan tokoh masyarakat untuk memberikan masukan terhadap program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto,” kata Ramadhani.

Ia berharap hasil diskusi tersebut dapat memberikan masukan positif agar pelaksanaan berbagai program pemerintah di Kalimantan Timur semakin baik ke depannya.

Sementara itu, akademisi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Dr. Topan, menyoroti persoalan karhutla yang kembali terjadi di Kalimantan Timur. Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan bukan persoalan baru sehingga pemerintah semestinya dapat memperkuat langkah mitigasi berdasarkan pengalaman sebelumnya.

Ia menilai pengalaman menghadapi karhutla sekitar satu dekade lalu seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam menghadapi musim kemarau panjang.

“Mitigasi seharusnya sudah ditingkatkan karena kita mengetahui bahwa fenomena El Nino dapat menyebabkan kemarau panjang. Karena itu, pemerintah perlu mempersiapkan peralatan pemadam kebakaran serta sarana dan prasarana pendukung sejak dini,” jelasnya.

Topan menambahkan, penanganan karhutla perlu didukung pemanfaatan teknologi agar upaya pemadaman lebih efektif. Beberapa langkah yang dapat dioptimalkan antara lain water bombing menggunakan helikopter dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung upaya penanganan kekeringan dan kebakaran.

Selain teknologi, ia menekankan pentingnya meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat serta memperkuat peran Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam mencegah dan menangani kebakaran di wilayah masing-masing.

Menurutnya, pemantauan titik panas atau hotspot juga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar potensi kebakaran dapat terdeteksi lebih awal dan ditangani sebelum meluas.

Topan turut mengapresiasi pelaksanaan diskusi publik tersebut. Ia menilai penyampaian aspirasi melalui forum dialog dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dan mahasiswa untuk menyampaikan kritik sekaligus menawarkan solusi atas persoalan yang dihadapi daerah.

Melalui diskusi tersebut, PGK Kaltim berharap berbagai masukan yang muncul dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, khususnya dalam memperkuat penanganan karhutla dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pembangunan di Kalimantan Timur.

Penulis; Ries
Editor; Alfa

31

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *