PLN UIP Kalbagtim Laporkan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan ke Pemkab Bulungan

Bulungan, Metrokaltim.com – PT PLN (Persero) terus berkomitmen dan berupaya untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Utara. Upaya tersebut dilaksanakan melalui pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV Tanjung Redeb – Tanjung Selor, dan SUTT 150kV Tanjung Selor – Tideng Pale yang dilaksanakan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP Kalbagtim).

Dengan dibangunnya SUTT 150kV tersebut akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan wilayah setempat untuk peningkatan pembangunan daerah dan perekonomian masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan rapat koordinasi yang dilakukan antara PLN UIP Kalbagtim dengan Pemerintah Kabupaten Bulungan pada Jumat (18/3/2022) lalu.

Rapat Koordinasi dihadiri oleh Manager Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 2 (UPP Kalbagtim 2) Faal Murreyza Dundah, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setkab Bulungan, Errin Wiranda beserta jajaran, hingga Aparat Kecamatan dan Desa.

Dalam rapat tersebut, Faal menjelaskan bahwa pembangunan SUTT 150kV Tanjung Redeb – Tanjung Selor dan SUTT 150kV Tanjung Selor – Tidang Pale termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang nantinya akan meningkatkan keandalan listrik di Kabupaten Bulungan sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Utara. Di mana pembangunan SUTT 150kV yang dilakukan oleh PLN UIP Kalbagtim nantinya akan interkoneksi dari Kalimantan Timur.

Faal menyampaikan keberhasilan pembangunan proyek-proyek ini juga sangat ditentukan oleh dukungan dari berbagai stakeholder baik dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten serta peran aktif stakeholder lainnya di setiap proses pembangunan, yaitu dalam upaya pembebasan lahan, perolehan perizinan, pelaksanaan sertifikasi tanah, dan juga selama proses konstruksi. Terlebih pembangunan ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang progresnya dimonitor secara kontinyu oleh Pemerintah Pusat.

PLN UIP Kalbagtim saat menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bulungan.

“Terima kasih atas segala dukungan dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten hingga Aparat Setempat yang diberikan kepada kami untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sehingga pekerjaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang berada di wilayah Kabupaten Bulungan dapat terus berjalan dengan baik,” ucap Faal.

Terdapat dua pekerjaan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kabupaten Bulungan, yaitu SUTT 150kV Tanjung Redeb – Tanjung Selor dan SUTT 150kV Tanjung Selor – Tidang Pale.

Progres pembangunan SUTT 150kV Tanjung Redeb – Tanjung Selor yang akan menyambungkan antara sistem kelistrikan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mencapai 97% di mana saat ini tengah memasuki tahap komisioning dan akan siap bertegangan di bulan April 2022. Apabila pembangunan tersebut telah selesai, nantinya sistem kelistrikan di Kalimantan Utara akan semakin andal.

“Adapun untuk jalur SUTT 150kV Tanjung Selor – Tidang Pale yang membentang sepanjang kurang lebih 153,89 kilo meter sirkit ini melintasi dua kabupaten, yaitu Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung, saat ini tengah dalam tahap konstruksi dengan progres mencapai 41%,” tambah Faal.

Tantangan yang dihadapi oleh PLN dalam pembangunan SUTT 150kV Tanjung Selor – Tidang Pale saat ini adalah masih terdapat bidang tanah yang belum dapat dibebaskan untuk digunakan sebagai tapak tower. SUTT 150kV Tanjung Selor – Tidang Pale yang membentang dari Kecamatan Tanjung Palas, Tanjung Palas Utara, Sekatak, Betayau, dan Sesayap melewati beberapa perusahaan dengan izin usaha HGU, IUP HK maupun IUPHHK-HTI.

Menanggapi pemaparan PLN, Pemerintah Kabupaten Bulungan menyambut baik dan siap memfasilitasi serta mendukung pembangunan proyek ketenagalistrikan di Kabupaten Bulungan. Errin menyampaikan bawah sinergitas antara Pemerintah dan PLN harus dipererat, sehingga pembangunan yang akan memajukan daerah dapat berjalan dengan baik.

“Untuk lahan yang belum bebas di wilayah Kabupaten Bulungan, kami siap untuk menjadi mediator. Libatkan Kecamatan dan Desa terkait dalam pertemuan, selanjutnya kita akan mengedepankan pendekatan dan komunikasi yang baik. Kami yakin akan ada solusi yang dapat ditemukan, agar pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini dapat segera diselesaikan demi kemajuan bersama,” tutup Erin.

(*/adv/Riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published.