Polda Kaltim Lakukan Pemeriksaan Pelapor dan Saksi, Terkait Dugaan Ijazah Palsu Rahmad Mas’ud

Balikpapan, Metrokaltim.com – Laporan kasus dugaan penggunaan gelar sarjana yang tidak benar yang dilakukan oleh Wali Kota Balikpapan terpilih Rahmad Mas’ud terus berproses di Polda Kaltim.

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana mengatakan laporan resmi dari sejumlah kelompok masyarakat tersebut telah diterima dan sedang berproses di Polda Kaltim.

“Betul (ada laporan tersebut). Tentunya setiap laporan masyarakat akan dilakukan tindak lanjut oleh penyidik terkai prosedur dimaksud,” terang Ade Yaya, saat dikonfirmasi Metrokaltim.com, Rabu (10/3).

Sejauh ini lanjut perwira menengah berpangkat tiga melati di pundak ini, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan dari pelapor dan saksi-saksi terkait laporan tersebut.

“Kemarin saksi pelapor sudah diperiksa, sementara sedang berproses, perkembangannya nanti kami infokan kembali,” singkatnya.

Pelapor Rona Fortuna Siregar (kiri) dan Suriansyah saat menunjukan bukti laporan ke SPKT Polda Kaltim.

Untuk diketahui, Senin (8/3) pagi, sejumlah perwakilan kelompok masyarakat Balikpapan mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Kaltim. Kedatangan mereka untuk melaporkan terkait adanya dugaan penggunaan gelar sarjana yang tidak benar yang dilakukan oleh Wali Kota Balikpapan terpilih Rahmad Mas’ud.

BACA JUGA: Diduga Dapatkan Titel Sarjana Tidak Benar, Rahmad Mas’ud Dilaporkan ke Polda Kaltim

Usai melapor, kelompok masyarakat Balikpapan ini menunjukkan ke awak media surat laporan resmi yang dikeluarkan oleh SPKT Polda Kaltim. Yakni surat Nomor: LP /73/V/2021/POLDA KALTIM/SPKT III perihal dugaan tindak pidana penerbitan dan penggunaan gelar sarjana yang tidak benar oleh terlapor Rahmad Mas’ud selaku Wali Kota Balikpapan Terpilih.

Kepada awak media, Rona Fortuna Siregar dan Suriansyah selaku tim pelapor mengatakan selain Wali Kota Balikpapan terpilih juga Rektor dan Dekan kampus Universitas Tridharma Balikpapan menjadi terlapor terkait penerbitan ijazah S1.

“Bahwa pada hari ini kami berada di SPKT Polda Kaltim melaporkan dugaan tindak pidana penerbitan dan penggunaan gelar sarjana yang tidak benar. Ada tiga orang terlapor yang pertama H. Rissetri Dharma Simanjuntak selaku Rektor Universitas Tridharma Balikpapan, Dra Hj Faridda Mallu M.M selaku Dekan Universitas Tridharma Balikpapan dan H. Rahmad Mas’ud selaku Wali Kota Balikpapan terpilih,” terang Rona, usai membuat laporan.

Dia menjelaskan bahwa terlapor I dan terlapor II adalah pihak yang mengeluarkan ijazah terlapor III, sedangkan terlapor III adalah pengguna dari ijazah tersebut.

“Pelaporan kami atas dasar surat dari Dikti Kopertis Wilayah XI Kalsel No: 20/LLII/KM/2021 perihal hasil pemeriksaan di mana berdasarkan hasil penelusuran di Kementerian Pendidikan Layanan Pendidikan Tingkat Wilayah XI di Banjarmasin Kalimantan Selatan ada beberapa poin hasil yang dikeluarkan.

“Bahwa benar tidak ditemukannya data masuk mahasiswa atas nama Rahmad Mas’ud di PD Dikti pada daftar mahasiswa baru Tahun 2010/2011. Selanjutnya saudara Wahyudin S.H selaku operator Universitas Tridharma Balikpapan tidak pernah menginput data Mahasiswa tersebut pada tahun akademik 2010/2011 karena tidak ada riwayat Kartu Isian Kartu Rencana Studi atau (KRS) dan tidak ada surat permohonan cuti,” bebernya.

Fakta selanjutnya kata Rona bahwa pada tahun akademik 2011/2012 tidak ada riwayat Kartu Hasil Studi (KHS) atau surat permohonan cuti. “Pada Tahun ajaran 2012/2013 terdapat laporan transaksi kuliah dan pada tahun ajaran 2013/2014 terdapat laporan transaksi aktivitas kuliah dan pada 2014/2015 tidak ada surat permintaan cuti kuliah,” sebutnya.

Bukti selanjutnya surat dari pihak Dikti Kopertis Wilayah XI Kalsel menyurati kepada Dirjen Dikti Kemendikbud perihal Permohonan Tim EKA Pusat melakukan investigasi adanya dugaan ijazah Palsu atas nama Rahmad Mas’ud.

“Dengan bukti dan data yang didapat dari Kopertis Wilayah, jadi ijazah S1 nya ada namun proses mendapatkannya tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh Dirjen Dikti,” paparnya.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *