PPKM Darurat, Masuk Balikpapan Wajib Tunjukan Kartu Vaksin dan Rapid Antigen atau PCR, Pintu Masuk Mulai Diperketat

Balikpapan, Metrokaltim.com – Terkait dengan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kota Balikpapan. Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan telah mengatur pembatasan, salah satunya pelaku perjalanan domestik menggunakan mobil pribadi, motor dan transportasi umum (pesawat udara, bis, kapal laut) yang datang ke Balikpapan maupun yang akan keluar.

Saat dikonfirmasi awak media, Kepala Satpol PP Balikpapan Zulkifli menjelaskan, dalam penerapan PPKM Darurat ini adanya pengaturan tentang perjalanan orang. Yang mana sebelumnya ini diatur oleh Kementerian Perhubungan dan Satgas Covid Nasional, namun sekarang masuk ke pengaturan atau pembatasan langsung dalam pemberlakuan PPKM Darurat.

Untuk pengaturannya setiap orang yang berangkat atau yang datang ke wilayah kota atau Kabupaten yang memberlakukan PPKM darurat seperti Balikpapan wajib memenuhi syarat, yakni menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama, untuk transportasi udara minimal PCR (H-2) serta Antigen (H-1) untuk
transportasi darat dan kapal laut.

“Nah ini yang agak berat secara khusus diatur dalam PPKM Darurat,” ucap Zulkifli di Aula Pemkot, Minggu (11/7).

Lanjutnya, pihaknya sudah merencanakan, terutama berkoordinasi dengan Kapolres akan melakukan pengetatan di pintu perbatasan Balikpapan. Pembatasan itu dengan mendirikan beberapa posko pengecekan di pintu masuk Balikpapan.

Dirinya menjelaskan, untuk masyarakat yang masuk ke Balikpapan pihaknya akan membangun posko pengecekan di Jalan Soekarno Hatta Km 17, ketika tidak memenuhi syarat dengan terpaksa petugas akan memintanya untuk putar balik.

“Sehingga tidak diperkenankan masuk ke Balikpapan, mengingat saat ini situasinya sedang darurat,” ujarnya.

Selain itu, posko pengecekan juga akan dibangun di Jalan Mulawarman, Teritip, Balikpapan Timur, kemudian untuk masyarakat yang datang dari PPU maupun Banjarmasin ada di Pelabuhan Ferry Kariangau dan Pelabuhan Kampung Baru. Maka itu bisa dikatakan bahwa masyarakat tidak bisa masuk maupun keluar tanpa syarat yang diberlakukan itu, seperti kartu vaksin, rapid antigen dan PCR.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *