Produk UMKM Balikpapan Masih Minim di Rak Swalayan, Pemkot Dorong Ritel Beri Ruang Lebih Besar

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Balikpapan ternyata masih belum mendominasi rak-rak penjualan di sejumlah swalayan modern. Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang terus mendorong ritel modern memberikan ruang lebih luas bagi produk lokal.

Hal tersebut terungkap saat Asisten III Pemerintah Kota Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty melakukan kunjungan ke beberapa ritel modern bersama Forkopimda dan Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, Rabu (11/3/2026).

Dalam kunjungan, tim menemukan beberapa swalayan memang telah menyediakan produk UMKM. Namun, sebagian besar produk yang dipajang justru berasal dari luar daerah.

“Saat kami meninjau di dua lokasi swalayan, memang sudah ada produk UMKM. Namun di salah satu tempat, yakni Yova Mart, produk yang dipajang masih didominasi oleh UMKM dari Samarinda,” ucap perempuan yang akrab disapa dr. Dio kepada awak media.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa peluang bagi pelaku UMKM Balikpapan untuk masuk ke pasar ritel modern masih perlu diperluas. Oleh karena itu, Pemkot terus mendorong swalayan dan distributor agar memberi ruang yang lebih besar bagi produk lokal.

Ia menjelaskan, kegiatan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya rutin yang dilakukan Pemkot Balikpapan setiap tahun untuk memantau keberadaan produk UMKM di pasar modern.

“Setiap kami berkunjung ke swalayan, kami selalu melihat apakah mereka menerima produk UMKM dan apakah tersedia rak khusus untuk menampilkan produk tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, dari sisi kualitas produk, Dio menilai UMKM Balikpapan telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Hal ini terlihat dari kemasan produk yang semakin rapi, menarik, serta lebih siap bersaing di pasar modern.

“Kemasan produk UMKM sekarang sudah bagus. Selain itu, kami juga melihat penggunaan pewarna tidak terlalu mencolok dan harganya masih cukup terjangkau,” katanya.

Namun, ia mengakui bahwa tantangan terbesar bagi UMKM saat ini masih terletak pada aspek promosi dan pemasaran. Karena itu, dukungan dari ritel modern dinilai sangat penting untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk lokal Balikpapan.

“Ke depan, kami berharap swalayan dapat lebih aktif membantu mempromosikan produk UMKM Balikpapan agar semakin dikenal masyarakat,” pungkasnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)

Penulis: Ar

Editor: Alfa

219

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.