Produksi Turun Saat Ramadhan, Pengrajin Jelly Gunung Malang Bertahan di Tengah Kenaikan Bahan Baku
BALIKPAPAN, Metrokaltim .com – Pengrajin jelly di kawasan Gunung Malang, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, mengalami penurunan produksi selama bulan Ramadhan tahun ini. Kondisi tersebut berbeda dibandingkan Ramadhan tahun lalu yang mencatat permintaan lebih tinggi.
Salah seorang pengrajin jelly, Bibah, mengatakan produksi tahun lalu mampu mencapai 110 loyang per hari. Namun, pada Ramadhan kali ini jumlah tersebut menurun cukup signifikan.
“Kalau tahun lalu bisa sampai 110 loyang, sekarang paling banyak hanya 70 loyang,” ujar Bibah saat ditemui di rumah produksinya, Minggu (22/2/2026) siang.
Meski produksi menurun, Bibah mengaku harga jual tidak mengalami perubahan dalam lima tahun terakhir. Ia tetap membanderol satu loyang jelly dengan harga Rp 70.000.
“Harganya masih sama sejak lima tahun lalu, Rp 70.000 per loyang. Tidak ada kenaikan,” katanya.
Di sisi lain, Bibah menyebut harga bahan baku utama berupa rumput laut justru mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut berdampak pada biaya produksi yang harus dikeluarkan. Kendati demikian, ia memastikan tidak mengurangi ukuran ataupun kualitas jelly yang dijual kepada pelanggan.
“Bahan baku naik, terutama rumput laut. Tapi ukuran tetap, tidak kami kurangi. Soal untung tetap ada, hanya saja tidak sebanyak tahun lalu,” jelasnya.
Dalam sehari, proses pembuatan jelly dari bahan mentah hingga matang memakan waktu sekitar dua jam. Proses tersebut meliputi perendaman dan pencucian rumput laut, perebusan, pencampuran bahan, hingga pencetakan ke dalam loyang sebelum didinginkan.
Jelly produksi Bibah umumnya merupakan pesanan pedagang di Pasar Pandansari, Balikpapan Barat. Produk tersebut kemudian dijual kembali sebagai takjil berbuka puasa yang banyak diminati masyarakat.
Menurut Bibah, penurunan produksi tahun ini diduga karena daya beli masyarakat yang menurun serta meningkatnya persaingan penjual takjil selama Ramadhan. Meski demikian, ia tetap berharap permintaan akan meningkat menjelang akhir bulan puasa.
“Biasanya mendekati Lebaran ada tambahan pesanan. Mudah-mudahan tahun ini juga begitu,” harapnya.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
287
