Program Jeng Rinda Dapat Penghargaan Rekor MURI, Andi Harun Minta di Desain Jadi Program Profesional

Samarinda, Metrokaltin.com – Program Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yakni Minyak Jelantah Membangun Samarinda (JENRINDA) behasil mendapatkan pengharagaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pengumpul Minyak Goreng Jelantah terbanyak se-Indonesia sebesar 14.362 kilogram dengan total Rp 100.540.300.

Dijelaskan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun bahwa pengumpulan minyak jelantah tersebut dilakukan berkat kersana antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda bersama dengan mitra kerja yakni PT Garuda Sinar Perkasa (GPS). Yang mana hasil dari penjualan itu akan digunakan j tuk pembangunan salah satu kampung wisata Jeng Rinda di RT 32 Bukit Steling Kota Tepian.

“Selain bermakna ekonomis, program ini juga menjadi langkah penyelematan keberpihakan peningkatan kualitas hidup kita,” ucap Andi Harun usai menerima rekor MURI, Kamis (7/4/2022) di Hotel Aston Samarinda.

Program tersebut dijalankan melalui donasi dilingkungan Aparutur Sipil Negara (ASN) Pemkot Samarinda, mulai dari level Dinas, Camat, Kelurahan hingga masyarakat.

Dilokasi yang sama, Kepada Dinas Lingkungan Hidup (Kadis DLH) Kota Samarinda, Nurrahmani mengatakan jika dalam mewujudkan itu semua pihaknya memiliki 125 relawan dari unsur mahasiswa untuk mensosialisasikan program ini. 

“Relawan melaksanakan edukasi dan penyuluhan dari tingkat kelurahan hingga RT dengan membentuk koordinator Jeng Rinda dari masing-masing RT dari unsur RT, PKK, Dasawisma,” ucapnya.

Selain itu, dengan melaksanakan metode door to door kepada masyarakat, pihaknya juga melakukan edukasi terhadap pentingnya kesadaran akan lingkungan dengan tidak membuang limbah jelantah dan mulai didonasikan untuk Jeng Rinda.

DLH sendiri telah mendistribusikan jerigen kepada 59 kelurahan sebanyak 3.000 unit yang disebar ke 1.998 RT.  Setelah itu, relawan yang telah teebentuk akan mengambil donasi limbah jelantah serentak di 59 kelurahan.

Dipastikan olehnya jika, Pemkot Samarinda tidak akan menghentikan program Jeng Rinda walaupun setelah mendapatkan rekor MURI ini.

Sesuai dengan arahan Wali Kota Samarinda, Andi Harun bahwa program Jeng Rinda kedepan akan didesain sedemikian rupa untuk menjadi program yang lebih profesional. 

“Ke depan kami akan mendesain program Jeng Rinda ini, selain sebagai kegiatan pro lingkungan, juga bisa dikombinasikan dengan badan usaha milik RT agar bernilai ekonomis bagi masyarakat,” pungkasnya.

Orang nomor satu di Samarinda ini akan melakukan pendekatan ekonomis dan sosial secara beriringan untuk program Jeng Rinda tersebut. Sehingga budaya mengurangi limbah jelantah di sungai pun akan terus berjalan. (Adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *