Rahmad Launching Rute Baru Angkutan Kota, Mudahkan Masyarakat Mendapat Pelayanan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Pemerintah kota Balikpapan yang dihadiri Wali kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Jasa Raharja, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Launching Rute Baru Angkutan Kota di Terminal Bis Batu Ampar, Balikpapan Utara, Selasa (22/6) siang.

Dalam sambutannya Rahmad Mas’ud mengatakan, launching rute baru jalur angkutan kota (Raja Angkot) ini perlu penyesuaian yang dilakukan atas dasar sejumlah pertimbangan, apalagi sudah berpuluh tahun rute tidak berubah. Tentu dengan launching ini dapat memudahkan masyarakat untuk bisa mendapatkan pelayanan angkutan kota.

“Dan ini juga membantu supir angkutan kota yang berdampak sangat luar biasa,” ucap Rahmad Mas’ud dalam sambutannya launching rute baru angkutan kota.

Mengingat situasi pandemi, pemerintah selalu mencari inovasi bagaimana supir angkutan kota bisa mencari nafkah dengan baik. Dan pemerintah juga dalam hal ini membangun mode transportasi sesuai dengan perkembangan kota. Melalui rute baru ini ia pikir baik untuk masyarakat, sehingga angkutan kota ini bisa langsung menyentuh ke masyarakat.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud secara simbolis tempel rute baru di salah satu angkutan kota.

“Saya berterimakasih kepada pak Dirman atas inovasi dan gagasan ini. Ketika ini berdampak lebih banyak kerugian yang hadapi supir angkot, maka akan ditinjau kembali,” akunya.

Selain itu rute ini juga untuk membantu pemerintah mengurangi kemacetan, karena kebanyakan sekarang rute angkutan kota tidak masuk ke sana, sehingga warga lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi.

Sementara Kepala Dishub Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana menambahkan, di Balikpapan hanya ada 7 trayek dan sudah hampir 20 tahun tidak pernah dievaluasi. Karena kota berkembang pesat, sehingga dibutuhkan angkutan kota untuk menyebar luas, bahkan banyak masyarakat yang menyampaikan kepada Dishub maupun Organda belum terlayani dengan baik untuk angkutan kota.

“Nah kami dengan Organda dan stakeholder lain melakukan beberapa kajian, hingga akhirnya dapat kesimpulan kalau angkutan kota butuh untuk ditambah trayeknya maupun jalurnya,” tambah Sudirman.

Sebenarnya kajian ini sudah 1 tahun lalu selesai, tetapi baru hari ini (22/6) bisa dieksekusi dengan berbagai macam pertimbangan yang harus di diskusikan dengan berbagai pihak. Bahkan dari Kementerian, dalam rangka modernisasi angkutan massal ke depan akan dapat bantuan dalam hal ini by the sevice (BTS).

“Jadi semua yang nanti dikeluarkan oleh pihak ketiga ditanggung oleh pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Darat yang bekerjasama dengan pemerintah daerah,” paparnya.

Dipaparkannya, untuk tugas pemerintah daerah yakni menyiapkan sarana prasarana, sedangkan tugas pihak ketiga adalah menyiapkan fasilitas untuk angkutannya.

“Sejalan dengan rencana kami untuk by the service tadi angkutan kota tidak bisa langsung serta merta ditinggalkan, mereka tetap berkolaborasi yang nanti angkutan kota bisa menjadi sider sebagai pider,” jelasnya.

Kemudian untuk angkutan massal yang umum tadi ada di jalur-jalur utama. Dari 7 trayek ini kembangkan jadi 8 rute baru, tiga rute perubahan (trayek nomor 1,2,3) dan saty rute baru yaitu trayek nomor 4.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *