Retribusi PAD Meningkat, Tahun 2020 hanya Rp 25 Miliar, Kini Mencapai Rp 32 Miliar

Balikpapan, Metrokaltim.com – Dengan penurunan jumlah kasus positif covid-19, Pemerintah kota Balikpapan mulai memberikan kelonggaran atau relaksasi dibeberapa sektor kegiatan masyarakat.

Tentu ini sangat mendorong pertumbuhan perekonomian Balikpapan yang sempat melambat akibat kebijakan pembatasan yang sebelumnya diterapkan.

Plt Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan Haemusri Umar mengatakan, berdasarkan hasil laporan realisasi penyerapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Balikpapan hingga Februari 2021 ini telah mengalami kenaikan, dibandingkan bulan sebelumnya.

“Besaran PAD yang terserap Februari 2021, tercatat mencapai Rp 32 miliar, naik dibandingkan Januari 2021 lalu, yang hanya tercapai Rp 25 miliar,” ucap Haemusri Umar didepan awak media, Senin (8/3).

Dikatakannya, bahwa kenaikan ditengarai sebagai dampak kebijakan relaksasi yang diterapkan oleh pemerintah untuk mendorong beberapa sektor ekonomi.

“Jadi pada Januari lalu kami hanya bisa merealisasikan sekitar Rp 25 miliar, dan pada bulan Februari ini kita berhasil merealisasikan Rp 32 miliar untuk pendapatan asli daerah,” jelas Haemusri.

Mengingat kondisi saat ini dibandingkan tahun 2020 lalu, pemerintah secara nasional sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sedangkan untuk tahun 2021 pemerintah lebih memilih melakukan menerapkan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Jadi masyarakat tetap diberikan kelonggaran untuk melakukan aktivitas dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, dengan tetap menaati protokol kesehatan,” paparnya.

Apalagi Balikpapan sebagai kota jasa, sangat bergantung pada tingkat kunjungan masyarakat. Sebagian besar kontribusi PAD paling banyak berasal dari sektor jasa seperti hotel, restoran dan tempat hiburan.

Ia yakin pertumbuhan ekonomi di Balikpapan akan terus meningkat di tahun 2021, karena pemerintah sudah berkomitmen untuk membuat kebijakan yang selaras antara pertumbuhan ekonomi dan kesehatan.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *