Rukyatul Hilal Perdana Digelar di IKN Nusantara, Hilal Tidak Terlihat

NUSANTARA, Metrokaltim.com – Rukyatul hilal untuk penentuan awal bulan Hijriah perdana digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (17/2/2026). Kegiatan pemantauan hilal ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di kawasan calon pusat pemerintahan baru Indonesia tersebut.

Awalnya, pemantauan hilal direncanakan berlangsung di Masjid Negara IKN. Namun, lokasi kemudian dipindahkan ke Tower 1 ASN IKN karena dinilai memiliki posisi yang lebih tinggi dan strategis untuk pengamatan. Perpindahan lokasi dilakukan guna mendapatkan sudut pandang yang lebih optimal terhadap ufuk barat sebagai titik terbenamnya matahari.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika dari Stasiun Geofisika Balikpapan, Muhammad Alfatham Werdi, menjelaskan bahwa faktor ketinggian hilal menjadi kendala utama dalam pengamatan kali ini.

Menurutnya, hingga sore hari, posisi hilal di wilayah IKN masih berada pada minus 1,48 derajat di bawah ufuk. “Selain faktor cuaca, hingga sore hari ketinggian hilal di IKN masih berada pada minus 1,48 derajat di bawah ufuk. Walaupun cuaca cerah, jika posisi hilal masih di bawah ufuk, hilal tidak akan terlihat,” ujarnya.

Ia menambahkan, secara astronomis, hilal yang berada di bawah ufuk tidak mungkin dapat diamati, meskipun kondisi langit dalam keadaan cerah tanpa hambatan awan. Oleh karena itu, peluang terlihatnya hilal di wilayah IKN pada hari tersebut sangat kecil.

Dalam kegiatan pemantauan itu, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, turut hadir dan menyaksikan langsung proses rukyatul hilal. Ia tampak mengikuti jalannya pemantauan bersama tim pengamat dan sejumlah pejabat terkait di area Tower 1 ASN.

Pemantauan dilakukan sejak menjelang matahari terbenam hingga pukul 18.30 WITA. Namun, hingga waktu tersebut, posisi hilal masih berada di kisaran minus satu derajat di bawah ufuk. Dengan kondisi tersebut, tim memastikan hilal tidak dapat terlihat di wilayah IKN.

Pelaksanaan rukyatul hilal di IKN ini menjadi bagian dari upaya memperluas titik pemantauan hilal secara nasional, sekaligus menandai aktivitas keagamaan yang mulai digelar di kawasan ibu kota baru.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

243

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.