Sekda PPU Minta SKPD Bekerja Mengikuti Visi-Misi Bupati, Jika Tidak akan Diganti

Balikpapan, Metrokaltim.com – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas’ud, meminta kepada seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) PPU memperbaiki kinerjanya. Ini dilakukan untuk mempersiapkan PPU sebagai ibu kota negara nanti. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah PPU, Muliadi.

“Ya, hampir semua dinas harus mempersiapkan diri untuk menyambut IKN. Sesuai arahan dari Pak Bupati kepada saya bahwa itu tolong diperbaiki semua kinerja, terutama dari dinas-dinas ini,” kata Muliadi kepada awak media, Rabu (20/1).

Semua aparatur sipil negara (ASN) di PPU, kata Muliadi, harus bekerja sesuai dengan visi dan misi Bupatinya, yakni, maju, modern dan religious. Pemerintah Kabupaten PPU sendiri siap membantu meningkatkan kinerja ASN di seluruh SKPD.

“Itu akan kami tingkatkan kinerja mereka. Karena itu yang ditekankan Pak Bupati ke saya. Dan itu akan kami laksanakan,” jelas Sekda.

Sekretaris Daerah PPU, Muliadi

Muliadi sendiri menilai para ASN di PPU sudah cukup bagus. Hanya saja, kata dia, koordinasi antar dinas masih kurang. Mulyadi pun telah menggelar rapa bersama para pejabat SKPD PPU untuk memperbaiki kondisi ini.

“Pada minggu lalu kami mengadakan rapat dengan seluruh dinas, SKPD yang ada 33 itu, dan saya memberikan arahan untuk lebih memperkuat koordinasi antar dinas. Tidak boleh ada yang merasa menang sendiri, unggul sendiri, tidak boleh itu,” bebernya.

Semua ini dilakukan, terang Muliadi, agar PPU menjadi daerah yang terbaik, khusunya di Kalimantan Timur.

“Jadi kita semua harus bahu-membahu membangun daerah ini lebih baik lagi. Kedepan, saya memberi target, bahwa Pak Sekda yang baru ini di bawah arahan Pak Bupati tentu saja, menginginkan PPU untuk wilayah di Kaltim menjadi rangking satu dalam semua hal,” tambahnya.

Pemkab PPU sendiri memastikan tidak akan segan-segan memecat para ASN yang bekerja tidak sejalan dengan visi-misi Bupatinya.

“Jadi target-target yang dicanangkan Pak Bupati kami evaluasi, ada dinas yang tidak mampu mengikuti, konsekuensi logis harus diganti. Jadi harus bekerja mengikuti irama pekerjaan kami,” pungkas Muliadi.

(sur/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *