Stok Kosong Sejak Awal Ramadan, Harga Daging Sapi di Pasar Klandasan Tembus Rp170 Ribu per Kilogram
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Harga daging sapi segar di Pasar Tradisional Pasar Klandasan, Kota Balikpapan, menembus Rp170.000 per kilogram sejak awal Ramadan. Kenaikan harga ini dikeluhkan pedagang dan pembeli karena dinilai cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Klandasan, Agus, mengatakan lonjakan harga terjadi karena pasokan sapi dari luar daerah terhenti. Saat ini, stok sapi di Balikpapan kosong akibat tidak adanya pengiriman dari Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Untuk harga daging sapi segar ini sejak puasa pertama sudah Rp170 ribu sampai Rp180 ribu per kilogram. Sejak barang nggak ada, kosong. Ini hanya sapi-sapi kampung saja yang dicari. Kalau dapat sapi kampung, baru jualan. Kalau tidak dapat, ya tidak jualan,” ujar Agus saat ditemui, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, selama ini pasokan sapi didatangkan dari Makassar, Sulawesi Selatan, serta dari NTT. Namun, pengiriman dari daerah tersebut terhenti karena terkendala cuaca buruk dan banjir yang melanda sejumlah wilayah pengirim.
“Nggak ada pengiriman dari sana. Katanya banjir-banjir terus. Biasanya kita ambil dari Makassar dan NTT. Sekarang kosong, jadi barangnya naik,” katanya.
Sebelum Ramadan, harga daging sapi segar masih berada di kisaran Rp150.000 per kilogram. Namun sejak pasokan tersendat, harga merangkak naik hingga Rp170.000 per kilogram. Agus memperkirakan harga berpotensi terus bertahan tinggi bahkan hingga menjelang Lebaran jika distribusi belum kembali normal.
Senada dengan Agus, pedagang lainnya, Hamka, menyebut kenaikan harga mulai terasa sejak bulan lalu dan semakin naik memasuki awal puasa.
“Sekarang Rp160 ribu sampai Rp170 ribu per kilogram. Sebelumnya Rp150 ribu. Kenaikannya karena barang kosong. Dari Makassar kosong, dari NTT juga kosong,” ujar Hamka.
Kenaikan harga ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Sejumlah pembeli mengaku terkejut dengan lonjakan harga tersebut. Salah satunya Deli, warga Balikpapan, yang mengaku harus mengurangi jumlah pembelian.
“Kaget, biasanya paling mahal Rp120 ribu sampai Rp130 ribu per kilogram. Sekarang sudah Rp170 ribu. Jadi beli seadanya saja,” kata Deli.
Ia berharap harga daging sapi dapat kembali stabil agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadan. “Harapannya ya standar saja lah harganya, supaya kami sebagai warga tidak terlalu berat,” ujarnya.
Para pedagang berharap distribusi sapi dari luar daerah segera kembali normal agar stok tersedia dan harga bisa kembali stabil di pasaran.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
203
