Sudah 7 Bulan Longsor Warga Menunggu Perbaikan, Odang: Harapan Saya Segera Pemerintah Turun Tangan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Bencana longsor masih terjadi di kota Balikpapan, salah satunya yang terjadi Jalan Sungai Wein RT 33 Km 15, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara (Balut). Yang mana diketahui bahwa longsor sudah terjadi sekitar 7 bulan yang lalu dan warga masih menunggu perbaikan yang dilakukan pemerintah setempat.

Kejadian longsor selain merusak badan jalan utama yang digunakan untuk menuju kebun raya, gudang amunisi dan juga menuju ke tempat pemakaman umum, juga menimpa beberapa rumah warga.

“Sebanyak 12 rumah mengalami penurunan hingga 1 meter dari badan jalan,” ucap Anggota DPRD kota Balikpapan Syarifuddin Odang saat meninjau lokasi longsor, Minggu (12/9) pagi.

Bahkan sampai saat ini korban longsor hanya menerima bantuan sebesar Rp 4,5 juta dari Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan sebagai ganti untuk tempat tinggal sementara. Pihak DPRD maupun pejabat pemerintah sudah beberapa meninjau namun belum ada realisasi. Ditambah cuaca di Balikpapan masih sangat ekstrim.

“Saya diminta warga untuk tinjau lokasi ini, sebagai perwakilan Dapil Balikpapan Utara. Dan persoalan ini merupakan suatu bencana,” ujar Oddang panggilan akrabnya.

Anggota DPRD Kota Balikpapan Syarifuddin Oddang saat meninjau lokasi longsor di Km 15 Balikpapan Utara.

Ia menjelaskan, selama tujuh bulan setelah kejadian longsor dan telah ditinjau beberapa kali oleh OPD terkait (BPBD dan PU) dan unsur terkait di Kelurahan dan Kecamatan sampai saat ini belum ada penanganannya. Ia pun berharap camat yang baru, segera memberikan masukan kepada pemerintah saat coffe moorning, bahwa kejadian ini tidak bisa dibiarkan mengingat curah hujan sangat tinggi dan pergeseran sudah terlihat di area ini .

“Setiap hujan terjadi suatu pergeseran, sepanjang jalan ada 12 rumah, kita melihat semakin bergeser, kalau dibiarkan dan terjadi pembiaran, bagaimana dengan warga,” tegasnya.

Sementara dari informasi yang diterima, bahwa mereka mendapatkan bantuan dana dari pemerintah sebesar Rp. 4,5 juta untuk sewa rumah, dan saat ini uang telah habis. Sedangkan mereka menginginkan untuk kembali ke rumah masing-masing tetapi kondisi rumah sangat membahayakan.

“Sehingga penekanan saya, harapan saya segera pemerintah turun tangan khususnya PU dan BPBD, akan menyampaikan sebagai bahan diskusi utama,” akunya.

Tempat yang sama, Imam Daenuri selaku warga terdampak berharap bencana ini segera dilakukan aksen bentuk penurapan, sehingga kerugian bisa diminimalisir. Karena jika curah hujan dan tekanan yang besar bisa mengakibatkan kerugian yang lebih besar.

Ketika jalan ini putus dan akses jalan padat sangat membahayakan, karena jalan ini merupakan jalur poros kendaraan mobil besar yang lalu lalang. Warga pun tidak bisa menghentikan, karena ini jalan satu satunya menuju sungai wain.

“Selain uang sewa, kami mendapatkan bantuan makanan dari Kemensos selama kurang lebih 40 hari,” ujar Imam.

Lebih jauh warga lainnya Sumarji menyampaikan, sekali aja mendapatkan bantuan dari pemerintah. Meskipun longsor ini sudah banyak yang meninjau tetapi dirinya menginginkan agar penanganan bisa cepat terealisasi mengingat ini merupakan jalan poros utama.

“Cepatlah dikerjakan, ini bukan jalan kampung melainkan jalan protokol menuju area kebun raya, Pertamina, gudang amunisi dan tempat pemakaman terpadu. Mohon perhatiannya bapak dewan maupun pak wali agar segera dialkukan penanganan,” ungkapnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *