Tak Lagi Terpusat, CFD Balikpapan Akan Hadir di Enam Kecamatan

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai memperluas pelaksanaan Car Free Day (CFD) ke enam kecamatan. Kebijakan ini ditujukan agar ruang aktivitas masyarakat tidak lagi terpusat di sejumlah lokasi yang selama ini menjadi titik keramaian.

Perluasan CFD tersebut ditandai dengan peluncuran di kawasan Taman Tiga Generasi, Balikpapan Selatan, Minggu (23/8/2026). Ribuan warga hadir mengikuti senam massal dan jalan sehat bersama Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Rahmad mengatakan, kehadiran CFD di sejumlah kecamatan diharapkan memberikan alternatif ruang publik yang lebih dekat dengan masyarakat. Selama ini, aktivitas CFD masih banyak terkonsentrasi di kawasan seperti Lapangan Merdeka dan Grand City.

“Mudah-mudahan dengan adanya Car Free Day ini membuka akses yang baru yang selama ini tertumpuk di beberapa titik, termasuk di Lapangan Merdeka dan Grand City,” kata Rahmad.

Ia menjelaskan, setiap kecamatan nantinya akan memiliki area yang dapat digunakan untuk kegiatan CFD. Dengan konsep tersebut, warga dapat memiliki pilihan lokasi untuk berolahraga, berjalan kaki, maupun menikmati suasana akhir pekan tanpa harus menuju kawasan pusat kota.

Menurut Rahmad, pelaksanaan CFD juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbanyak ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas. Salah satunya dengan memanfaatkan kawasan Taman Tiga Generasi sebagai ruang publik yang dapat digunakan secara rutin.

“Itu kami buka supaya juga warga bisa menikmati,” ujarnya.

Namun, pelaksanaan CFD di enam kecamatan tidak harus dilakukan pada waktu yang sama. Pemerintah akan menyesuaikan pelaksanaannya dengan kesiapan masing-masing wilayah.

“Nanti yang belum siap akan menyesuaikan waktunya. Setiap kecamatan itu ada area Car Free Day,” jelasnya.

Selain menjadi tempat berolahraga dan rekreasi, keberadaan CFD di berbagai kecamatan juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ramainya aktivitas warga dapat membuka kesempatan bagi pedagang dan pelaku UMKM untuk menawarkan produk mereka.

Rahmad menegaskan, aktivitas ekonomi masyarakat menjadi salah satu hal yang ingin didorong melalui perluasan CFD.

“Paling utama bagaimana perekonomian UMKM juga bisa berjalan,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah berharap CFD dapat membangun kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat. Aktivitas olahraga yang dilakukan secara rutin juga diharapkan diikuti dengan meningkatnya kepedulian warga terhadap kebersihan dan lingkungan.

“Bagaimana supaya masyarakat hidup sehat, masyarakat juga cinta terhadap lingkungan, menjaga pola hidup sehat,” terangnya.

Dengan diperluasnya CFD ke enam kecamatan, Pemkot Balikpapan ingin menjadikan ruang publik lebih mudah diakses masyarakat. CFD tidak hanya diarahkan sebagai agenda olahraga akhir pekan, tetapi juga sebagai sarana interaksi warga, rekreasi keluarga, serta aktivitas ekonomi di masing-masing wilayah.

Penulis: Rie

Editor: Alfa

66

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *