Umat Tionghoa Balikpapan Sambut Tahun Kuda Api 2557 Kongzili, Doakan Kebangkitan Ekonomi di Klenteng Guang De Miao
Umat Tionghoa memanjatkan doa dan menyalakan dupa saat ibadah Tahun Baru Imlek 2557 Kongzili di Klenteng Guang De Miao, Balikpapan Selatan, Senin (16/2/2026) malam. Foto: Ries
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Ratusan warga Tionghoa di Kota Balikpapan memadati Klenteng Guang De Miao di Jalan Bukit Niaga, Klandasan Ilir, Balikpapan Selatan, Senin malam (16/2/2026). Mereka melaksanakan ibadah menyambut Tahun Baru Imlek 2557 Kongzili yang tahun ini memasuki Tahun Kuda Api.
Umat datang silih berganti dengan mengenakan pakaian bernuansa merah dan emas. Aroma dupa yang terbakar memenuhi ruangan utama klenteng, sementara lilin-lilin besar menyala di altar sebagai simbol harapan dan penerang kehidupan. Suasana khidmat terasa saat umat menundukkan kepala, memanjatkan doa untuk kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang lebih baik di tahun yang baru.
Momentum pergantian tahun ini dimaknai secara khusus oleh sebagian warga. Kondisi perekonomian yang dinilai belum stabil menjadi perhatian utama dalam doa-doa mereka.
Jimmy, salah seorang warga Tionghoa yang hadir dalam ibadah tersebut, mengungkapkan harapannya agar Tahun Kuda Api membawa perubahan positif, khususnya dalam sektor ekonomi.
“Kita melihat ekonomi di tahun 2026 ini makin hari makin terburuk dan makin sulit karena beberapa faktor. Makanya dengan munculnya tahun Kuda Api ini, kita harus memaknainya dengan semangat baru,” ujarnya.
Menurut Jimmy, simbol kuda dalam penanggalan Kongzili melambangkan kerja keras dan ketangguhan. Sementara unsur api dimaknai sebagai semangat yang menyala dan tidak pernah padam.
“Artinya kita harus berpacu seperti kuda, bekerja keras tanpa henti, berlari terus dengan membawa semangat api. Untuk menghadapi ekonomi yang serba sulit dan tidak jelas, kita tidak boleh menyerah,” tambahnya.
Ia berharap, di tengah tantangan ekonomi yang dirasakan semakin berat, masyarakat dapat terus berusaha dan saling menguatkan. Selain itu, Jimmy juga berharap keberadaan klenteng semakin memberi manfaat spiritual bagi umat.
“Harapan ke depan, semoga umat di klenteng ini makin tahun makin semangat dan semakin banyak yang datang beribadah. Kita memaknai bahwa ajaran di sini mengajarkan kebaikan, bagaimana Tuhan menyatu dalam diri kita sehingga kita terus bersemangat menjalani hidup,” tuturnya.
Perayaan Imlek di Klenteng Guang De Miao berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Selain ibadah, pengurus klenteng juga menyiapkan rangkaian kegiatan sederhana sebagai bentuk kebersamaan antarumat.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
338
