Jelang Ramadan, TPU Dipadati Peziarah: Tradisi Tahunan Penuh Doa dan Refleksi Diri
Ziarah makam jadi tradisi umat muslim jelang Bulan Suci Ramadan. (16/02/2026). Foto: Ries
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) muslim di berbagai daerah mulai ramai dikunjungi peziarah. Tradisi tahunan ini rutin dilakukan warga Muslim sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi keluarga yang telah meninggal dunia.
Sejak pagi hari, para peziarah terlihat datang silih berganti ke area pemakaman dengan membawa bunga dan peralatan kebersihan. Mereka datang bersama anggota keluarga, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Suasana khidmat terasa ketika para peziarah memanjatkan doa di pusara sanak saudara mereka.
Selain berdoa, para peziarah juga membersihkan makam dari rumput liar dan sampah yang berserakan. Sebagian terlihat mencabuti ilalang yang tumbuh di sekitar nisan, sementara lainnya menyapu dan merapikan tanah makam. Setelah itu, bunga tabur ditebarkan di atas pusara sebagai simbol penghormatan dan kasih sayang kepada almarhum.
Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan ini telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Muslim dari tahun ke tahun. Momentum ini dimanfaatkan untuk mengingat kembali jasa dan kenangan bersama keluarga yang telah berpulang, sekaligus sebagai pengingat akan kematian.
Salah seorang peziarah, Irma , mengaku rutin melakukan ziarah kubur setiap menjelang Ramadan dan lebaran. Ia datang bersama kelaurag untuk mendoakan orang tua dan kakaknya yang telah meninggal dunia.
“Setiap tahun kami selalu menyempatkan waktu untuk berziarah sebelum Ramadan. Ini bentuk bakti kami kepada orang tua. Selain itu, ziarah juga mengingatkan kami bahwa suatu saat nanti kita semua akan kembali kepada Tuhan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga. Setelah berziarah, biasanya keluarga besar berkumpul dan melanjutkan kebersamaan di rumah salah satu kerabat.
Sementara itu, pengelola TPU setempat menyebutkan bahwa peningkatan jumlah peziarah umumnya terjadi sepekan sebelum Ramadan. Namun, pada tahun ini jumlah pengunjung dinilai tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya satu minggu sebelum Ramadan sudah sangat padat, bahkan sampai kendaraan antre untuk parkir, jalan di pemakaman kilometer satu, Balikpapan Utara cukup sempit, Tapi tahun ini relatif lebih sepi dibandingkan tahun lalu,” kata Harsono petugas pengelola TPU.
Meski demikian, pihak pengelola tetap mengimbau para pengunjung untuk menjaga kebersihan dan ketertiban selama berada di area pemakaman. Pengunjung diminta tidak membuang sampah sembarangan serta tetap berhati-hati agar tidak merusak makam lain saat membersihkan area keluarga mereka.
Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga sarana refleksi diri bagi umat Muslim. Melalui kegiatan ini, masyarakat diingatkan akan makna kehidupan dan kematian, sehingga diharapkan dapat menyambut bulan suci dengan hati yang bersih serta kesiapan spiritual yang lebih baik.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
257
