Waduk Manggar Menyusut, Stok Air Diperkirakan Bertahan hingga Tiga Bulan
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Musim kemarau yang melanda Kota Balikpapan mulai berdampak terhadap ketersediaan air baku di Waduk Manggar. Minimnya curah hujan selama hampir satu bulan terakhir membuat volume tampungan waduk terus mengalami penyusutan.
Staf Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Jarot Jati Wibowo, mengatakan kondisi tersebut terjadi seiring tidak adanya hujan dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, kondisi kemarau saat ini disebut berlangsung cukup ekstrem.
“Untuk saat ini kita sedang menghadapi El Nino. Untuk tampungan Waduk Manggar sendiri, menurut hitungan bisa sampai 2,5 sampai 3 bulan ke depan,” ujar Jarot, Rabu (19/8/2026) siang.
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal, kapasitas tampungan Waduk Manggar mencapai sekitar 16 juta meter kubik. Namun, akibat penurunan permukaan air, volume tampungan saat ini tersisa sekitar 12,977 juta meter kubik.
Sementara itu, elevasi muka air waduk saat ini berada di kisaran 9,58 meter, turun dibandingkan kondisi normal yang berada di level sekitar 10,30 meter.
“Normalnya tampungan ini 16 juta meter kubik. Tapi karena ada penurunan, untuk saat ini level hari ini 9,58 meter, kalau normalnya 10,30 meter. Dari 16 juta, sampai saat ini sekitar 12,977 juta meter kubik,” jelasnya.
Untuk menjaga ketersediaan air baku, PTMB terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV di Samarinda selaku pengelola Waduk Manggar. PTMB sendiri berperan sebagai pemanfaat air.
Menurut Jarot, apabila kondisi waduk terus menurun hingga mencapai level tertentu, pengurangan debit pengambilan air dari waduk akan dilakukan sesuai arahan BWS Kalimantan IV.
“Untuk antisipasi kita selalu berkoordinasi dengan BWS. Apa pun yang diperintahkan oleh BWS, kita harus melaksanakan. Kalau nanti pada level tertentu kita harus mengurangi debit, itu tetap kita lakukan,” katanya.
Namun, pengurangan debit tersebut tidak serta-merta berdampak langsung terhadap debit air yang dialirkan ke sambungan rumah pelanggan. PTMB masih memiliki alternatif dengan memanfaatkan sumber air dari sumur tanah dalam untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat.
Jarot menyebut, berdasarkan surat dari BWS Kalimantan IV, jika hingga bulan depan tidak terjadi hujan, pengurangan pengambilan air dari Waduk Manggar akan mulai dilakukan pada 1 September 2026.
“Debit yang kita kurangi adalah pengambilan dari Waduk Manggar. Untuk sambungan rumah, kita masih bisa menggunakan sumur tanah dalam. Jadi sementara waktu tidak terlalu berpengaruh,” ujarnya.
Dengan penurunan muka air rata-rata sekitar 2 hingga 3 sentimeter per hari, kondisi Waduk Manggar secara perhitungan masih diperkirakan mampu menopang kebutuhan air baku selama 2,5 hingga 3 bulan ke depan.
Jika kondisi kemarau berkepanjangan, PTMB bersama BWS Kalimantan IV akan menyiapkan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pengaturan distribusi atau penggiliran layanan air kepada pelanggan.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
51
