Wanita Besi Dibalik Ketahanan Energi Kilang Pertamina Balikpapan

FOTO: Tak kenal lelah, ditengah sengatan panas matahari Rara memastikan Kilang Pertamina Balikpapan berjalan dengan baik. ( Ries ).

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Proyek Refiniery Development  Master Plan atau RDMP yang mulai dibangun di Kota Balikpapan sejak tahun 2019 kini berdiri megah dan menjadi icon kota Balikpapan. Tidak sedikit penyerapan tenaga kerja baik lokal maupun tenaga kerja yang memiliki kapasitas dibidangnya masing-masing.

Kilang Pertamina Balikpapan merupakan salah satu kilang minyak yang terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan kapasitas pengolahan 360.000 barel perharinya.

Di balik deru mesin pabrik minyak Kilang  Pertamina Balikpapan ada sosok perempuan yang memberikan dedikasinya dilapangan yang rela berpanasan dan bercampur debu  untuk memastikan operasional  berjalan aman, efesien dan sesuai standar, sekaligus memimpin tim agar berkontribusi maksimal dalam proyek strategis nasional RDMP. Peran ini menuntut kepemimpinan lapangan, pengawasan teknis, serta komitmen terhadap keselamatan kerja, Wanita Besi  ini yakni Suci Puji Ismeralda atau yang akrab di sapa Rara, Kelahiran Jambi  yang merupakan seorang Supervisor Kontruksi.

Wanita kelahiran 1999 ini yang memiliki paras manis dan ayu, Rara merupakan anak ke 3 dan dirinya merupakan seorang Wanita satu-satunya dalam empat bersaudara. Rara merupakan lulusan dari Universitas Tanri Abeng Jakarta jurusan Teknik perminyakan dan mulai bergabung di Kilang Pertamina Balikpapan sejak tahun 2022 silam.

Dalam aktifitas kesehariannya, Rara Menyusun rencana harian, mingguan, memastikan pekerjaan kontruksi sesuai dengan jadwal proyek RDMP. Memantau aktivitas kontruksi agar sesuai spesifikasi engginering. Tidak hanya sampai di situ, Rara juga menjadi penghubung antar kontraktor, vendor dan manajemen proyek untuk menjaga kelancaran pekerjaan, serta mengawasi penerapan prosedur K3, memastikan pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri ( APD ), serta melakukan toolbox meeting rutin.

Dalam kesempatan berkomunikasi dengan Rara, dirinya menceritakan, Bekerja di kilang Pertamina Balikpapan sebagai Supervisor Kontruksi  adalah pengalaman yang luar biasa. Saya merasakan langsung bagaimana sebuah mega project RDMP dibangun dengan dedikasi, kerja keras, dan semangat kebersamaan.

Kebersamaan dengan rekan kerja menjadi kekuatan besar dalam melaksanakan pekerjaan

“Kebersamaan dengan rekan kerja, baik sesama supervisor maupun pekerja lapangan, menjadi kekuatan besar. Setiap hari penuh tantangan, mulai dari koordinasi lintas disiplin hingga menjaga standar keselamatan. Namun, semua itu menjadi pembelajaran berharga yang membentuk saya lebih tangguh dan profesional.” Jelas Rara.

Lanjut Rara, megahnya Kilang Pertamina Balikpapan atau RDMP tidak lepas dari yang namannya   komunikasi yang terjalin selama proses pembangunan kilang dan dirinya sangat bangga bisa berada di tengah-tengah pembangunan Proyek Satrategis Nasional, terlebih RDMP dibangun oleh tangan-tangan anak bangsa.

Dalam pekerjaanya sehari-hari yang memang berada di lapangan dan bertemu dengan para pekerja lainnya yang hampir seratus persen merupakan pekerja pria, namun sebagai Supervsior Kontruksi, Rara memiliki kewajiban untuk selalu mengingatkan bahwa keselamatan merupakan priroitas utama dalam melaksanakan pekerjaan.

Pesan mendalam yang disampaikan oleh Suci Puji Ismeralda, seorang Wanita juga mampu menjadi pemimpin dalam sebuah kontruksi mega proyek dengan membekali kemampuan yang di miliki, terus berkontrubusi dengan semangat dan integritas, jadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk belajar dan berkembang, Jelas Rara.

Antara Puncak Gunung dan Ketahanan Energi

Taklukkan puncak Gunung jadi pelajaran untuk mengambil sebuah keputusan

Suci Puji Ismeralda atau Rara memiliki hobi mendaki gunung. Gunung bukan hanya sekedar menuju puncak ketinggian yang menantang fisik, melainkan ruang belajar yang dapat membentuk jiwanya. Lebih dari sepuluh puncak gunung yang sudah di taklukkan Rara diantaranya Gunung Kerinci dengan ketinggian 3.805 meter, Gunung Rinjani 3.726 meter, Gunung Semeru 3.676 meter di atas permukaan laut. Ketiganya termasuk gunung berapi aktif dan menjadi ikon pendakian di Indonesia. setiap perjalanan yang dilakukan selalu meninggalkan jejak pelajaran yang tak tergantikan. Di balik dinginnya kabut dan terjalnya jalur, Rara menemukan arti kesabaran, keteguhan, dan keberanian.

Dalam pendakian yang dilakukan, gunung mengajarkannya bahwa mencapai puncak bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana dirinya  mampu bertahan, beradaptasi, dan menjaga langkah di tengah segala keterbatasan. Filosofi itu kemudian  dibawa ke dunia kerja, ketika dipercaya menjadi seorang supervisor kontruksi di Kilang Pertamina Balikpapan. Sama seperti mendaki, pekerjaan di lapangan menuntut keteguhan hati, koordinasi yang solid, serta keberanian mengambil keputusan di tengah tekanan.

“Di proyek besar RDMP, saya menghadapi tantangan yang tak kalah berat dari jalur pendakian, mengatur tim lintas disiplin, memastikan standar keselamatan, dan menjaga kualitas konstruksi,” ungkapnya.

Namun, setiap kali rasa lelah datang, dirinya  teringat pada langkah-langkah kecil yang pernah membawanya ke puncak gunung. Keberhasilan bukanlah hasil dari satu lompatan besar, melainkan akumulasi dari ribuan langkah konsisten yang dijalani dengan tekad.

Bagi Rara , gunung dan kilang adalah dua ruang berbeda dengan satu benang merah yang sama, keduanya menuntut jiwa yang kuat, hati yang rendah, dan semangat untuk terus maju meski jalannya terjal. Pengalaman mendaki membuat saya lebih siap menghadapi kerasnya dunia konstruksi, dan pekerjaan di lapangan yang membuat dirinya semakin menghargai arti perjalanan panjang yang penuh makna.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

36

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *