Pasar Balikpapan Melejit, Royal Brunei Airlines Bidik Ekspansi ke Samarinda
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Permintaan penerbangan internasional rute Brunei Darussalam–Balikpapan menunjukkan tren positif. Royal Brunei Airlines mencatat tingkat keterisian penumpang atau load factor pada penerbangan dari Brunei Darussalam menuju Balikpapan mencapai 95 persen setelah setahun beroperasi.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar penerbangan di Kalimantan Timur. Melihat tingginya minat masyarakat, Royal Brunei Airlines kini mulai mempertimbangkan perluasan jangkauan pasar ke sejumlah daerah terdekat, termasuk Samarinda.
Regional Sales Manager Royal Brunei Airlines, Gloria Lekransy, mengatakan tren penumpang pada rute Brunei Darussalam–Balikpapan maupun Balikpapan–Brunei Darussalam terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Menurutnya, tingkat keterisian penumpang yang sebelumnya berada di kisaran 60 hingga 70 persen kini meningkat menjadi sekitar 80 hingga 85 persen. Bahkan, penerbangan dari Brunei Darussalam menuju Balikpapan mampu mencapai tingkat keterisian hingga 95 persen.
“Dari yang tadinya load factor hanya sekitar 60 sampai 70 persen, sekarang meningkat menjadi 80 hingga 85 persen. Sementara untuk penerbangan dari Brunei ke Balikpapan, bisa sampai 95 persen,” ujar Gloria.
Ia menjelaskan, peningkatan jumlah penumpang juga terlihat pada hari-hari tertentu. Penerbangan pada Sabtu menjadi salah satu jadwal dengan tingkat keterisian yang relatif lebih tinggi dibandingkan hari lainnya.
Tren tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi Royal Brunei Airlines untuk melihat peluang pengembangan pasar penerbangan di Kalimantan Timur. Perusahaan membuka peluang memperluas jangkauan layanan ke wilayah yang dinilai memiliki potensi pasar dan berdekatan dengan Balikpapan.
Samarinda menjadi salah satu daerah yang masuk dalam pertimbangan ekspansi berikutnya. Kota tersebut dinilai berpotensi menjadi pasar tambahan untuk mendukung pertumbuhan perjalanan udara dari dan menuju Brunei Darussalam.
“Kami juga berencana untuk melakukan ekspansi lagi, mungkin ke daerah terdekat terlebih dahulu, seperti Samarinda,” katanya.
Meski demikian, rencana tersebut masih menjadi bagian dari penjajakan pengembangan pasar. Perluasan layanan akan mempertimbangkan potensi permintaan perjalanan serta peluang pertumbuhan penumpang di wilayah tujuan.
Di sisi lain, Gloria memastikan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak mengganggu operasional penerbangan Royal Brunei Airlines dari dan menuju Balikpapan.
Ia menyebut sejumlah rute penerbangan yang dilayani maskapai tersebut, termasuk Balikpapan–Brunei Darussalam, Surabaya–Brunei Darussalam, dan Jakarta–Brunei Darussalam, tetap beroperasi seperti biasa.
Menurutnya, kondisi kabut asap yang terjadi tidak berdampak terhadap kelancaran operasional penerbangan pada rute-rute tersebut.
“Kalau untuk karhutla, alhamdulillah kami tidak terpengaruh. Penerbangan tetap terbuka seperti biasa dan tidak ada gangguan sama sekali,” tutup Gloria.
Peningkatan tingkat keterisian penumpang tersebut menjadi indikator positif bagi Royal Brunei Airlines dalam mengembangkan pasar di Kalimantan Timur. Selain mempertahankan kinerja rute Balikpapan, peluang ekspansi ke Samarinda menjadi salah satu langkah yang tengah dipertimbangkan untuk memperluas jangkauan layanan penerbangan internasional.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
39
