Warga Balikpapan Olah Limbah Popok Bayi Jadi Produk Bernilai Ekonomi

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Di tengah persoalan sampah perkotaan yang kian meningkat, seorang warga Kilometer 12, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, menghadirkan solusi inovatif. Rohman (35) menggagas gerakan pemilahan dan pengolahan limbah popok bayi yang selama ini belum tersentuh pengelolaan khusus.

Rohman, kelahiran Jombang, 20 September 1990, mulai mengembangkan inovasinya sejak Mei sampai Juni 2024. Ide tersebut muncul dari pengalaman pribadinya sebagai orang tua. Tumpukan popok bekas anaknya membuatnya berpikir bahwa limbah tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan, bukan sekadar dibuang.

“Selama ini limbah popok bayi belum pernah dipilah secara khusus. Bahkan di bank sampah pun belum ada pengolahan sebelum bermuara ke tempat pembuangan akhir,” ujarnya saat ditemui, Senin (2/3/2026).

Menurut dia, popok bayi menjadi salah satu penyumbang volume sampah rumah tangga yang cukup besar. Kondisi ini ikut membebani kapasitas TPA Manggar yang diproyeksikan akan penuh dalam beberapa tahun mendatang. Saat ini, dari tujuh zona landfill yang tersedia, hanya satu yang masih aktif digunakan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Rohman mulai mengedukasi warga untuk memilah limbah popok sejak dari rumah. Ia kemudian mengembangkan metode pengolahan sehingga popok bekas dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Bagian luar popok diolah menjadi bahan bakar padat seperti briket serta bahan bakar cair. Sementara gel penyerap di dalam popok dimanfaatkan sebagai pupuk cair dan pupuk padat. Adapun serat popok digunakan sebagai bahan campuran industri furnitur.

“Inovasi ini membuktikan bahwa limbah yang dianggap tidak bernilai ternyata bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat,” jelasnya.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Rohman meraih Juara 1 lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kecamatan Balikpapan Utara dan Juara 2 tingkat Kota Balikpapan. Inovasinya juga masuk dalam Top 10 Shell LiveWIRE 2025 dan akan mewakili Kalimantan pada tahap presentasi di Jakarta.

Rohman berharap gerakan pilah limbah popok bayi dapat diterapkan lebih luas di Balikpapan. Selain membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir, langkah tersebut dinilai berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kalau dikelola dengan baik, ini bukan lagi sampah, tapi sumber daya,” pungkasnya.

Penulis: Ar

Editor: Alfa

289

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.