28 Anak Yatim/Piatu Terima Santunan Rp 2 Juta

Balikpapan, Metrokaltim.com – Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan santunan oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) bagi anak yatim/piatu dan yatim piatu di Balikpapan yang orang tuanya meninggal terpapar covid-19.

Yang mana penyerahan bantuan tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi Kaltim. Sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada anak-anak yang ditinggal orangtuanya.

Dikesempatan itu, Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan, untuk jumlah penerima bantuan se-kaltim sekitar 500 orang. Untuk di Balikpapan yang menerima hari ini (27/8) ada 28 orang, tetapi masih ada kemungkinan yang divalidasi atau dilakukan konfirmasi.

Untuk kedepannya, Pemerintah sudah membuat kebijakan untuk jangka pendeknya dengan memberikan santunan kepada anak yatim piatu sebesar Rp 2 juta per anak. Kemudian untuk jangka menengahnya, pemerintah akan menjamin pendidikannya sampai SMA.

“Dan jangka panjangnya membantu pemerintah untuk mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi. Dan itu sudah ok,” kata Isran Noor usai penyerahan di Aula Pemkot Balikpapan, Jumat (27/8).

Wali kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menambahkan, penyerahan bantuan ini merupakan program dari Provinsi Kaltim. Yang mana bantuan ini diberikan kepada yang terdaftar sebagai anak yatim/piatu yang ditinggal orangtuanya karena terpapar covid-19.

Dan sampai saat ini, data yang masuk di Balikpapan ada sekitar 284 orang dan itu masih ada 10 kelurahan yang belum memasukkan data. Sedangkan jadwal dari Provinsi dibatasi sampai dengan 10 September 2021, dan mudah-mudahan 5 September sudah masuk.

“Untuk syaratnya sendiri memang meninggal karena terpapar covid-19,” jelas Rahmad Mas’ud.

Lebih jauh Kepala Dinas Sosial Purnomo menuturkan, pihaknya berencana memiliki program untuk memfasilitasi anak-anak, ketika mereka tidak memiliki keluarga, bahkan berencana untuk memasukkan ke panti untuk kelangsungan sekolahnya.

Sementara untuk anak yang ikut bersama keluarganya, yang mana keluarganya tidak mampu, ia akan daftarkan di Program Keluarga Harapan (PKH) yang didalamnya ada program untuk anak sekolah.

“Sehingga keberlangsungan anak-anak ya tetap terjamin,” papar Purnomo.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *