Gelari Pelangi Karang Joang Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga Lewat Olahan Singkong
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Tim Penggerak PKK Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara (Balut), terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi).
Program unggulan Pokja II PKK ini mengintegrasikan peningkatan literasi, keterampilan, serta penguatan ekonomi keluarga dengan memanfaatkan potensi lokal.
Ketua TP PKK Kecamatan Balut, Niniek Umar Adi menyampaikan, keluarga memiliki peran penting dalam menentukan kualitas generasi penerus bangsa. Karena itu, PKK terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari tingkat keluarga.
“Di tangan keluarga, masa depan bangsa Indonesia ditentukan. Melalui Gelari Pelangi, kami ingin meningkatkan kualitas pendidikan, keterampilan, dan ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” ucap Niniek saat dihubungi awak media, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, Gelari Pelangi di Kelurahan Karang Joang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga membuka peluang usaha berbasis potensi daerah.
Salah satu program yang dijalankan adalah pengembangan Kampung Mandiri sebagai pilot project Gelari Pelangi.
“Program ini bertujuan mengembangkan kreativitas keluarga, memanfaatkan sumber daya lokal, serta mendampingi pelaku usaha kecil agar mampu mencapai kemandirian ekonomi dan sosial,” terangnya.
Di Kampung Mandiri, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam membangun masyarakat. Berbagai inovasi terus dikembangkan, sehingga kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang tumbuhnya ide, kreativitas, dan harapan baru bagi warga.
Salah satu inovasi unggulan berasal dari kader Dasawisma yang mengolah singkong menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
“Melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), singkong yang sebelumnya hanya dijual dalam bentuk segar atau diolah secara tradisional kini diproses menjadi tepung Modified Cassava Flour (Mocaf), yaitu tepung bebas gluten yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu,” jelasnya.
Selain tepung Mocaf, kader PKK juga memproduksi berbagai olahan lainnya, seperti tape singkong, bonbon tape, kembang goyang, hingga opak singkong. Produk-produk tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Niniek menambahkan, pemilihan singkong sebagai tema Gelari Pelangi bukan tanpa alasan. Penetapan tersebut telah menjadi bagian dari pencanangan tema bagi TP PKK Kelurahan Karang Joang saat pelantikan pengurus PKK se-Kecamatan Balikpapan Utara pada 31 Januari 2026 lalu.
“Singkong dipilih karena tanaman ini sangat banyak ditemukan di Kelurahan Karang Joang. Selama ini masyarakat hanya mengenalnya sebagai bahan pangan tradisional atau dijual dalam kondisi segar. Kami ingin meningkatkan nilai ekonominya melalui produk Mocaf,” imbuhnya.
Dia menambahkan, Mocaf memiliki potensi pasar yang cukup besar karena merupakan tepung non-gluten yang sesuai dengan meningkatnya tren gaya hidup sehat di Kota Balikpapan.
Selain meningkatkan kualitas produk, TP PKK juga mendorong pelaku UP2K untuk mengurus legalitas usaha dan perizinan produk.
“Karena legalitas menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk UMKM,” akunya.
Dalam mendukung pemasaran, PKK mengoptimalkan berbagai saluran penjualan, mulai dari pemasaran konvensional melalui bazar dan penitipan produk di gerai oleh-oleh, termasuk Galeri UMKM Provinsi Kaltim, hingga pemasaran digital melalui media sosial dan sistem transaksi daring yang lebih praktis dan aman.
Strategi tersebut dinilai mampu meningkatkan omzet pelaku usaha secara signifikan. Dukungan juga diberikan melalui koperasi PKK yang menyediakan akses permodalan bagi kelompok UP2K dan pelaku UMKM di Kampung Mandiri.
“Kami tidak hanya mengajarkan masyarakat untuk menabung, tetapi juga membangun fondasi ekonomi keluarga. Melalui koperasi, masyarakat dapat memperkuat modal usaha, sehingga mampu menciptakan kemandirian ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Nurlena menegaskan, Gelari Pelangi tidak hanya berorientasi pada penguatan ekonomi keluarga, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan anak melalui penyediaan rumah baca.
Menurutnya, rumah baca menjadi ruang penting untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini, sekaligus membangun cita-cita generasi muda.
“Melihat binar mata anak-anak saat mereka menikmati cerita merupakan kebahagiaan tersendiri. Rumah baca bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi menjadi ruang untuk merawat mimpi. Kami berharap melalui buku, anak-anak dapat mengenal dunia yang lebih luas dan memiliki cita-cita yang tinggi,” paparnya.
Melalui kolaborasi program literasi, pengembangan UMKM, koperasi, dan pemberdayaan masyarakat, Gelari Pelangi di Kelurahan Karang Joang diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis: Rie
Editor: Alfa
41
