IJTI Kecam Keras Serangan Bom Molotov ke Redaksi Jubi: Kebebasan Pers di Papua dalam Bahaya
Teror Bom Molotov ke Kantor Redaksi Jubi
JAYAPURA, Metrokaltim.com – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) wilayah Papua-Maluku mengecam aksi teror yang menimpa Kantor Redaksi Jubi pada Rabu dini hari. Serangan menggunakan bom molotov yang mengakibatkan kerusakan pada dua mobil operasional Jubi dinilai sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers di Papua.
Chanry Suripatty, Koordinator Wilayah IJTI Papua-Maluku, menyebut insiden ini sebagai preseden buruk bagi kebebasan pers di daerah tersebut. “Serangan terhadap media seperti Jubi tidak boleh dianggap enteng. Ini merupakan ancaman fisik sekaligus serangan langsung terhadap kebebasan pers dan demokrasi di Papua,” ujar Chanry dalam pernyataan resmi.
IJTI mendesak pihak kepolisian untuk segera mengidentifikasi pelaku serta mengungkap motif di balik serangan ini. “Kami menuntut tindakan cepat dan tegas dari aparat. Pelaku harus segera ditangkap, dan motifnya harus dijelaskan secara transparan kepada publik,” tambahnya.
Chanry juga mengingatkan seluruh jurnalis di Papua untuk tetap waspada terhadap potensi serangan serupa. Dia mengkhawatirkan bahwa aksi teror ini mungkin bagian dari upaya untuk membungkam suara-suara kritis yang sering disuarakan oleh media, khususnya di Papua.
“Kami menduga ini adalah upaya sistematis untuk mengekang kebebasan pers dan demokrasi di Papua. Oleh karena itu, semua jurnalis di Papua harus bersatu dan menjaga solidaritas dalam melawan intimidasi,” tegas Chanry.
Serangan bom molotov ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis di Papua. Insiden ini menimbulkan keprihatinan akan meningkatnya tindakan represif terhadap media, yang berperan sebagai pilar keempat demokrasi. IJTI menegaskan bahwa kebebasan pers harus dilindungi sebagai bagian dari hak asasi manusia.
“Teror seperti ini tidak boleh dibiarkan. Jika kebebasan pers di Papua terus diintimidasi, yang dipertaruhkan bukan hanya hak jurnalis, tetapi juga hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang,” pungkas Chanry.
IJTI bersama dengan organisasi jurnalis lainnya akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan dukungan penuh kepada jurnalis yang bekerja di Papua.
Sebelumnya, Kantor Redaksi media Jujur Bicara atau Jubi yang terletak di Jalan SPG Taruna Waena, Kota Jayapura, Provinsi Papua, mengalami serangan bom molotov pada Rabu (16/10/2024) sekitar pukul 03.15 WIT. Dua mobil operasional Jubi yang diparkir di halaman kantor terbakar dan mengalami kerusakan.
Pemimpin Redaksi Jubi, Jean Bisay, mengungkapkan bahwa serangan ini diduga dilakukan oleh dua orang berboncengan sepeda motor. Bom molotov tersebut dilemparkan dari pinggir jalan di depan kantor, menyebabkan api berkobar di antara kedua mobil yang diparkir.
Api berhasil dipadamkan oleh dua karyawan Jubi dan beberapa saksi mata. Kepolisian Sektor Kota Heram segera mengamankan lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara, mendokumentasikan serpihan botol kaca serta sisa-sisa sumbu yang digunakan untuk bom molotov.
Kepala Kepolisian Sektor Kota Heram, Iptu Bernadus Ick, mengonfirmasi bahwa benda yang menyebabkan kebakaran pada mobil operasional Jubi adalah bom molotov. Namun, rincian tentang bahan-bahan yang digunakan masih menunggu hasil dari Tim Laboratorium Forensik.
Sejumlah saksi mata di sekitar Kantor Redaksi Jubi melaporkan bahwa serangan itu dilakukan oleh dua pelaku yang mengenakan celana, jaket, masker, dan helm berwarna hitam. Mereka terlihat mondar-mandir di lokasi sebelum akhirnya melakukan pelemparan.
Sekitar pukul 03.15 WIT, kedua pelaku datang kembali, berhenti di depan pagar kantor, dan melemparkan dua bom molotov. Ledakan pertama memicu kobaran api, diikuti dengan ledakan kedua yang memperbesar api.
Salah seorang saksi mengatakan bahwa kedua pelaku sempat panik saat menyalakan sepeda motor setelah melempar bom. “Kami juga merasa takut, jadi tidak berani mendekat. Kami berusaha membangunkan warga dengan memukul tiang listrik,” ujarnya.
Jean Bisay mengucapkan terima kasih kepada warga yang membantu memadamkan api. “Beruntung ada dua staf Jubi dan warga sekitar yang segera menanggulangi kebakaran ini,” katanya.
509
