Operasi Antik Mahakam Polda Kaltim 224 Kasus Diungkap 283 Tersangka
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto Saat Memberikan Keterangan terkait Capaian Operasi Antik Mahakm 2025. Foto: Humas Polda Kaltim
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) berhasil mengungkap ratusan kasus peredaran narkotika dalam Operasi Antik Mahakam 2025. Operasi yang digelar selama 21 hari, sejak 16 Juli hingga 7 Agustus 2025, mencatat 224 kasus dengan total 283 tersangka.
Kepala Bidang Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, mengungkapkan bahwa dari jumlah tersangka tersebut, 263 di antaranya adalah pria dan 20 wanita. Operasi ini menargetkan 39 orang tersangka target operasi (TO), dan berhasil mengamankan 38 di antaranya, serta 244 tersangka non-TO.
“Alhamdulillah, dari target 39 tersangka, berhasil diamankan 38 orang TO. Ini menunjukkan kinerja yang sangat baik dari seluruh jajaran Ditresnarkoba, baik di tingkat Polda maupun Polres,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (13/8).
Dalam operasi ini, aparat juga berhasil menyita barang bukti dalam jumlah besar. Total barang bukti yang diamankan meliputi 5.426,71 gram sabu, 14,85 gram ganja, 1.666 butir ekstasi, dan 1.022 butir obat daftar G.
Polresta Samarinda tercatat sebagai satuan kerja dengan jumlah pengungkapan kasus terbanyak, yakni 48 kasus. Keberhasilan tersebut menempatkan Polresta Samarinda sebagai kontributor utama dalam operasi ini.
Kombes Yuliyanto menegaskan bahwa hasil operasi ini mencerminkan komitmen serius Polda Kaltim dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayahnya.
“Keberhasilan ini merupakan bukti komitmen kami dalam memerangi narkoba dan menjaga generasi muda dari bahaya penyalahgunaan zat terlarang,” tegasnya.
Operasi Antik Mahakam merupakan agenda rutin tahunan Kepolisian dalam rangka menekan peredaran narkoba di daerah rawan. Tahun ini, hasil operasi dinilai sangat efektif karena sebagian besar target berhasil ditangkap dan jumlah barang bukti yang disita cukup signifikan.
Polda Kaltim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam memberantas narkoba, termasuk melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran gelap narkotika.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan Kalimantan Timur yang bersih dari narkoba,” pungkas Yuliyanto.
Penulis: Reis
Editor: Alfa
582
