Duta CLSR Perkuat Implementasi Keselamatan Kerja di Kilang Balikpapan
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balikpapan memperkuat penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) melalui optimalisasi peran HSSE Marshall yang tergabung dalam Duta Corporate Life Saving Rules (CLSR).
Sebanyak 25 Duta CLSR yang berasal dari berbagai unit kerja dilibatkan sebagai agen perubahan dalam mendorong budaya keselamatan kerja di lingkungan kilang. Mereka bertugas memastikan implementasi aturan keselamatan berjalan konsisten, sekaligus meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya kepatuhan HSSE.
Area Manager Communication, Relations, dan CSR PT PPN Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan bahwa keberadaan Duta CLSR menjadi elemen penting dalam memperkuat pengawasan dan komunikasi keselamatan di lapangan.
Menurutnya, Duta CLSR tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai representasi perusahaan dalam mengawal penerapan Corporate Life Saving Rules secara langsung di area operasional.
“Peran Duta CLSR memastikan bahwa aturan keselamatan tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan secara konsisten oleh seluruh pekerja dan mitra kerja,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, para Duta CLSR mengedepankan pendekatan komunikasi yang efektif dan humanis, serta memberikan contoh langsung dalam penerapan standar keselamatan kerja. Strategi ini dinilai mampu meningkatkan kepatuhan sekaligus membangun budaya kerja yang lebih aman.
Selain itu, keterlibatan lintas fungsi dalam program ini turut memperkuat sinergi internal perusahaan dalam upaya mencapai target zero accident.
Dodi menegaskan bahwa konsistensi menjadi faktor utama dalam menjalankan peran tersebut. Duta CLSR diharapkan mampu menjadi teladan dalam perilaku kerja yang mengutamakan keselamatan.
Melalui langkah ini, PT PPN Kilang Balikpapan menargetkan peningkatan kualitas implementasi HSSE secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam menciptakan operasional yang aman, andal, dan ramah lingkungan.
133
