BRIN Rilis IDSD 2025, Samarinda Tunjukkan Kapasitas Daya Saing Berbasis Data
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kinerja pembangunan daerah kembali menjadi sorotan setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional merilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025. Dalam laporan tersebut, Kota Samarinda menempati posisi ketiga secara nasional dengan skor 4,32, sekaligus menjadi satu-satunya kota di Kalimantan Timur yang masuk kategori kota paling maju di luar Pulau Jawa.
Peringkat ini menempatkan Samarinda di bawah Kota Medan dan Kota Banjarmasin. Capaian tersebut dinilai mencerminkan kemampuan daerah dalam membangun ekosistem yang mendukung produktivitas dan pertumbuhan berkelanjutan.
IDSD sendiri merupakan instrumen pengukuran yang dikembangkan BRIN untuk menyediakan basis data yang kredibel dalam mendukung perumusan kebijakan pembangunan. Indeks ini dirancang sebagai alat bantu bagi pemerintah pusat dan daerah dalam mengambil keputusan berbasis bukti (evidence-based policy).
Pada edisi 2025, IDSD menjadi pengukuran keempat yang menyajikan potret komprehensif daya saing wilayah, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Penyusunannya mengacu pada kerangka Global Competitiveness Index yang dikembangkan oleh World Economic Forum, dengan penyesuaian terhadap kondisi nasional serta ketersediaan data daerah.
Dalam metodologinya, BRIN mengandalkan data sekunder yang bersumber dari kementerian, lembaga, dan instansi pemerintah. Pendekatan ini menekankan pentingnya kualitas tata kelola data antarinstansi, mengingat tidak adanya pengumpulan data primer seperti survei lapangan atau wawancara.
Secara teknis, IDSD 2025 dibangun dari 12 pilar utama yang mencerminkan berbagai aspek pembangunan daerah. Pilar tersebut diterjemahkan ke dalam 63 indikator yang kemudian diolah secara bertingkat, mulai dari indikator hingga menghasilkan skor akhir indeks.
Pengukuran ini diterapkan secara luas di 38 provinsi serta 508 kabupaten dan kota di Indonesia. Dengan cakupan tersebut, hasil IDSD tidak hanya menjadi alat pemeringkatan, tetapi juga berfungsi sebagai rujukan strategis dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan daerah.
Capaian Samarinda dalam IDSD 2025 pun dapat dimaknai sebagai indikator kesiapan daerah dalam bersaing secara nasional, sekaligus menjadi dasar evaluasi untuk memperkuat kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.(*).
156
