Kapolresta Bantah Isu Pemukulan: Hanya Salah Paham di Lapangan
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Aksi demonstrasi sopir truk yang berlangsung di depan Kantor DPRD Kota Balikpapan pada Senin siang sempat diwarnai ketegangan antara massa aksi dan aparat kepolisian. Ketegangan tersebut terjadi saat massa berupaya mendekat ke area gedung dewan, yang kemudian direspons oleh petugas dengan pengaturan pergerakan massa di lapangan.
Situasi sempat memanas setelah beredar informasi adanya dugaan tindakan represif berupa pemukulan oleh aparat keamanan terhadap peserta aksi. Namun, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
“Kami sudah berdiskusi dengan perwakilan yang dituakan dari massa aksi. Ada kesalahpahaman atau miss komunikasi. Ada yang menyampaikan terjadi pemukulan, namun saya tegaskan di sini tidak ada pemukulan dari petugas keamanan,” ujar Jerrold saat memberikan keterangan kepada awak media.
Ia menjelaskan, dinamika di lapangan yang terjadi saat pengaturan pergerakan massa kemungkinan memicu persepsi berbeda dari peserta aksi. Menurutnya, situasi tersebut dianggap sebagai tindakan represif, padahal tidak demikian adanya.
Jerrold juga menambahkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan perwakilan sopir truk dan kedua belah pihak telah saling memahami serta menyelesaikan persoalan tersebut secara baik. Bahkan, menurutnya, perwakilan massa aksi telah menyampaikan permohonan maaf dan memberikan apresiasi terhadap kinerja kepolisian dalam mengawal jalannya demonstrasi.
“Saya tegaskan kegiatan ini saya kawal langsung, mulai dari kedatangan hingga mereka kembali. Tadi dari pihak mereka juga menyampaikan apresiasi kepada kepolisian,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kapolresta menegaskan bahwa jika memang ditemukan adanya pelanggaran oleh anggota di lapangan, pihaknya siap menindak tegas sesuai prosedur yang berlaku. Namun hingga saat ini, ia memastikan bahwa isu kekerasan tersebut tidak terbukti dan hanya sebatas narasi yang berkembang.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
59
