Ratusan Sopir Truk Geruduk DPRD Balikpapan, Protes Antrean Solar yang Mengular
FOTO: Ratusan sopir truk memadati halaman kantor DPRD Kota Balikpapan, menuntut solusi atas antrean panjang BBM solar yang memaksa mereka menunggu hingga berhari-hari tanpa kepastian./ doc/ Ries
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Ratusan sopir truk mendatangi kantor DPRD Kota Balikpapan, Senin (4/5), untuk menyampaikan keluhan terkait panjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah SPBU, khususnya di kawasan Kilometer 13 dan Kilometer 15, Balikpapan Utara.
Aksi tersebut dipicu oleh kondisi antrean yang dinilai semakin parah dalam beberapa waktu terakhir. Para sopir mengaku harus mengantre hingga berhari-hari untuk mendapatkan solar, bahkan tak jarang pulang dengan tangan kosong.
Koordinator sopir truk, Mahyudi, mengatakan bahwa kondisi ini telah merugikan para sopir secara ekonomi maupun fisik. “Antrean kami sudah menghabiskan banyak waktu dan biaya. Kami bisa antre sampai tiga hari tiga malam, tetapi saat sampai di lokasi pengisian, justru tidak mendapatkan jatah solar,” ujarnya di depan awak media.
Ia juga menyoroti persoalan penggunaan sistem barcode yang dinilai belum berjalan optimal. Menurutnya, ada kasus di mana kuota solar sudah digunakan pihak lain sebelum sopir yang bersangkutan tiba di SPBU.
Selain itu, Mahyudi mempertanyakan terbatasnya SPBU yang melayani solar di Balikpapan. Ia menyebut, sejak penutupan sejumlah titik seperti Kebun Sayur, Kilometer 9, Tritip, dan Manggar, distribusi solar menjadi semakin terpusat dan menyebabkan penumpukan antrean di beberapa lokasi saja.
Para sopir pun meminta DPRD untuk mendorong penambahan kuota solar serta memperpanjang jam operasional SPBU. “Kalau tidak bisa 24 jam, minimal sampai pukul 22.00. Saat ini, sekitar pukul 17.00 sudah ditutup, sehingga antrean makin menumpuk,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan kondisi memprihatinkan selama antrean. Para sopir harus bertahan tanpa fasilitas memadai, bahkan kesulitan mendapatkan makanan dan air karena lokasi antrean yang jauh dari warung maupun fasilitas umum.
Para sopir berharap DPRD segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini. Mereka juga memperingatkan akan kembali menggelar aksi serupa dengan skala lebih besar jika tuntutan tidak mendapat respons.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
37
