Tiga Bank Sampah di Karang Joang Jadi Garda Depan Kurangi Sampah, Warga Mulai Pilah dari Rumah
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kesadaran warga untuk memilah sampah dari rumah mulai membawa perubahan di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Melalui keberadaan tiga bank sampah yang dikelola masyarakat, volume sampah yang masuk ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) perlahan berhasil ditekan.
Program yang dijalankan di RT 63, RT 30, dan RT 27 tersebut tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat, agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan setiap hari.
Lurah Karang Joang, Maryana menuturkan, bank sampah telah menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan sampah di lingkungan permukiman. Keberadaannya dinilai efektif mengurangi beban TPS yang saat ini jumlahnya masih terbatas.
“Alhamdulillah, tiga RT yang aktif mengelola bank sampah cukup membantu mengurangi sampah yang masuk ke TPS. Warga juga mulai terbiasa memilah sampah dari rumah,” ucap Maryana kepada awak media, Senin (22/6/2026).
Salah satu bank sampah yang menunjukkan hasil signifikan berada di RT 30. Setiap pekan, kelompok pengelola mampu mengumpulkan sekitar 300 kilogram sampah organik untuk kemudian diolah menjadi produk yang memiliki nilai manfaat.
Sementara itu, di RT 63 dan RT 27, warga menerapkan sistem pengumpulan sampah terpilah secara berkala.
“Sampah yang sudah dipisahkan dari rumah dibawa ke bank sampah untuk ditimbang dan dijual sesuai jenisnya,” jelasnya.
Menurut Maryana, pola tersebut sengaja diterapkan untuk menghindari penumpukan sampah karena lokasi bank sampah masih memanfaatkan rumah warga sebagai tempat operasional.
“Jadwal pengumpulan disesuaikan dengan kondisi masing-masing RT. Ada yang dilakukan setiap Sabtu, ada juga Minggu. Tujuannya agar sampah tidak menumpuk terlalu lama,” imbuhnya.
Tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah, bank sampah juga berfungsi sebagai pusat edukasi lingkungan bagi warga. Masyarakat yang belum memahami cara memilah sampah dapat langsung berkonsultasi dengan pengurus untuk mendapatkan pendampingan.
Pemerintah kelurahan pun terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi yang dilakukan saat kunjungan ke lingkungan RT maupun dalam berbagai pertemuan warga.
“Kami selalu menyampaikan pentingnya pemilahan sampah dalam setiap kesempatan. Harapannya, semakin banyak RT yang tertarik membentuk dan mengelola bank sampah secara mandiri,” kata Maryana.
Meski menunjukkan perkembangan positif, pengelolaan sampah di Karang Joang masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain keterbatasan jumlah TPS yang saat ini hanya tersedia tiga unit, masih ditemukan warga yang membuang sampah di luar lokasi yang telah ditentukan.
Di sisi lain, rendahnya harga jual sampah plastik juga menjadi kendala bagi pengelola bank sampah. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi motivasi warga untuk terus melakukan pemilahan dan pengumpulan sampah.
Karena itu, pemerintah kelurahan berharap adanya dukungan dari pemerintah maupun pihak terkait, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana penunjang operasional bank sampah.
“Bantuan fasilitas akan sangat membantu dan menjadi penyemangat bagi para pengelola yang selama ini bekerja secara swadaya,” ungkapnya.
Ke depan, Karang Joang menargetkan semakin banyak sampah yang dapat dikelola di tingkat lingkungan. Dengan demikian, sampah yang dibuang ke TPS hanya menyisakan residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi.
“Kalau masyarakat sudah terbiasa memilah sampah dari rumah, maka jumlah sampah yang masuk ke TPS akan semakin berkurang. Itu yang terus kami dorong,” tutup Maryana.
Penulis: Rie
Editor: Alfa
53
