Sinar Mas Land Hadirkan Grand City Samarinda, Township Pertama di Kota Tepian
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Sinar Mas Land meluncurkan Grand City Samarinda, township pertama di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Kawasan seluas lebih dari 70 hektare tersebut dikembangkan sebagai kawasan terpadu yang mengintegrasikan hunian, area komersial, fasilitas rekreasi, dan ruang terbuka hijau untuk menjawab kebutuhan hunian sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
CEO East Indonesia Sinar Mas Land, Franky Najoan, mengatakan Samarinda memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan seiring meningkatnya mobilitas penduduk, kebutuhan hunian bagi kalangan profesional dan keluarga muda, serta terbatasnya kawasan hunian terpadu berskala besar.
“Melalui Grand City Samarinda, kami ingin menghadirkan kawasan hunian terpadu di pusat ekonomi Kalimantan Timur yang tidak hanya nyaman, tetapi juga menciptakan nilai investasi jangka panjang. Pada tahap pertama, klaster Seine akan dibangun lebih dari 300 unit dan dipasarkan dengan harga mulai Rp900 jutaan hingga Rp3 miliaran,” ujar Franky.
Ia menambahkan, pengalaman Sinar Mas Land dalam mengembangkan berbagai township di Indonesia menjadi modal untuk menghadirkan kawasan hunian dengan standar hidup yang lebih baik sekaligus mendukung pertumbuhan Kota Samarinda.
Peluncuran Grand City Samarinda dilakukan seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi kota tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kota Samarinda pada 2025 tumbuh sebesar 6,22 persen. Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur maupun nasional, yang didorong oleh sektor perdagangan, konstruksi, jasa, serta meningkatnya investasi seiring pembangunan IKN.
Grand City Samarinda mengusung konsep “Harmony of Nature and Luxury Living” dengan memadukan kawasan hunian modern dan lingkungan alami. Salah satu daya tariknya adalah keberadaan tiga danau alami yang difungsikan sebagai area resapan air sekaligus ruang rekreasi bagi penghuni.
Pada tahap awal pengembangan, Sinar Mas Land memperkenalkan klaster perdana bernama Seine. Klaster ini menawarkan rumah dua lantai dengan luas tanah mulai 72 meter persegi hingga 180 meter persegi dan luas bangunan 51 meter persegi hingga 138 meter persegi. Pilihan hunian tersedia mulai dari dua kamar tidur hingga empat kamar tidur utama ditambah satu kamar asisten rumah tangga.
Klaster Seine mengusung desain arsitektur klasik modern dengan karakter bukaan jendela berukuran besar pada bagian fasad maupun interior. Desain tersebut dirancang untuk memaksimalkan pencahayaan alami, memperlancar sirkulasi udara, serta menciptakan ruang yang lebih lapang dan nyaman.
Kawasan Grand City Samarinda juga dilengkapi berbagai fasilitas, di antaranya central lake dengan jogging track, gazebo, mini amphitheater, clubhouse yang dilengkapi kolam renang, pusat kebugaran, lapangan tenis, serta sistem keamanan selama 24 jam.
Dari sisi aksesibilitas, Grand City Samarinda berada di koridor strategis yang menghubungkan Jalan Bung Tomo dan Jalan KH Harun Nafsi. Kawasan ini didukung boulevard utama selebar 23 meter dengan enam lajur untuk menunjang mobilitas penghuni maupun aktivitas ekonomi. Lokasinya juga berdekatan dengan berbagai fasilitas publik seperti RS Mulya Medika, Bigmall, Politeknik Negeri Samarinda, akses jalan tol, serta pusat Kota Samarinda.
Sebelumnya, Sinar Mas Land telah mengembangkan Grand City Balikpapan sejak 2014 di atas lahan seluas 256 hektare. Kawasan tersebut telah memiliki lebih dari 25 klaster dengan lebih dari 6.000 unit hunian, area komersial, dan berbagai fasilitas pendukung, seperti danau buatan, clubhouse, sarana pendidikan, pusat perbelanjaan, ruang terbuka hijau, serta Grand City Food Center.
Menurut perusahaan, Grand City Balikpapan memperoleh respons positif dari pasar dan menjadi salah satu kawasan dengan tingkat penyerapan produk properti terbesar di Kalimantan Timur. Kehadiran Grand City Samarinda diharapkan semakin memperkuat pengembangan ekosistem township terintegrasi di wilayah penyangga IKN sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Timur.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
35
