Ada Penangkapan Terduga Teroris, Kabid Humas: Masyarakat Jangan Khawatir, Situasi Aman dan Kondusif

Balikpapan, Metrokaltim.com – Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana membenarkan adanya penangkapan terduga teroris yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, pada Sabtu (14/8) siang di kawasan Balikpapan Baru.

Hal ini diungkapkan melalui pesan singkat whatsapp (WA) saat dikonfirmasi media ini. “Betul Ada kegiatan Densus antiteror,” jawabnya singkat saat dikonfirmasi, Minggu (15/8).

Akan tetapi pihaknya tidak menjabarkan lebih rinci terkait penangkapan tersebut. Bahkan Ade Yaya meminta agar nasyarajat tidak khawatir dengan kegiatan yang dilakukan Densus 88 di wilayah Kaltim khususnya di Balikpapan.

“Lengkapnya Mabes Polri. Masyarakat jangan khawatir, situasi aman dan kondusif,” tulisnya.

Untuk diketahui, penangkapan terduga teroris tersebut terjadi pada Sabtu (14/8) siang. Di mana seorang wanita berinisial RR beserta suaminya berinisial SN diamankan saat hendak pulang dari kawasan Batu Ampar menuju kediamannya di kawasan Balikpapan Baru.

Kuasa hukum terduga yang diamankan Yudi Alimin menuturkan, sesaat sebelum diamankan RR sempat menghubungi anaknya M Ammar Daffa (21).

BACA JUGA: Diduga Terlibat Aksi Terorisme, Warga Balikpapan Diamankan Densus 88

“Ibunya itu sempat nelepon sama orang di rumahnya sekira pukul 10.47 Wita. Saat ditelepon itu sempat bicara kok kita ditabrak. Setelah itu putus komunikasi, tidak bisa dihubungi lagi,” ujar Yudi Alimin.

Sekira pukul 13.30 Wita, lanjut Yudi Alimin, polisi mendatangi rumah klienya dan melakukan penggeledahan. Petugas hanya memperlihatkan surat penangkapan seorang warga berinisial RR.

“Hanya diperlihatkan surat penangkapan dengan nama ibu RR sebagai tersangka. Pas mau diambil untuk lihat itu ditepis, tidak diizinkan. Jadi hanya megang surat saja enggak boleh, apalagi mau difoto atau diterima itu enggak ada,” sambungnya.

Dari penggeledahan tersebut, aparat mengamankan sejumlah barang bukti seperti buku tabungan, laptop, hingga handphone.

“Anaknya sempat tanya ke petugas, bapak saya mana, hanya dikasih lihat handphone saja. Katanya, ini handphone bapakmu,” ucapnya.

Keberadaan kedua orang tua M Ammar Daffa (21) hingga saat ini masih belum diketahui. Tim kuasa hukum pun akan melacaknya, dan berencana menanyakan ke Polda Kaltim.

“Kami juga akan meminta surat-menyurat penangkapan. Karena pas cek di RT setempat enggak ada juga titip surat itu,” tandasnya.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *