Akibat Kesalahpahaman, Warga RT 13 Baru Ulu Berujung Keributan

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Warga RT 13 Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat dihebohkan dengan adanya percecokan warga yang berujung keributan.

Hal ini dikarenakan dua warga dipicu kesalahpahaman gegara tali jemuran, pada Selasa (30/8/2022) sekitar pukul 10.00 Wita. Dimana justru korbannya adalah orang yang berniat melerainya.

Daeng Mantang istri korban mengatakan, jika saat itu dirinya tengah berseteru dengan tetangganya bernama Salma. Tiba-tiba korban atasnama Safarudin alias Daeng Mantang berusaha melerainya.

Merasa dikeroyok, Salma pun membabi buta melancarkan sejumlah pukulan dan tendangan ke badan korban, bahkan sempat menggigit korban pada bagian bahu kirinya.

“Datang langsung pukul dia (Salma), suami ku mau pisahkan. Kena tendang kemaluannya sampe digigit juga,” ucap Daeng Mantang sambil menangis.

Pada kejadian ini korban tidak meninggal ditempat, melainkan sempat pulang kerumah. Namun, saat dikamar mandi korban terjatuh dan ditemukan oleh anaknya korban sudah tak bernyawa.

“Anak ku yang temukan dia dikamar mandi. Meninggal sudah dia,” akunya.

Bahkan warga sekitar juga sempat menyaksikan adanya keruibutan, sehingga merek terkejut mendengar kabar warga tersebut meninggal dunia.

Kapolsek Balikpapan Barat, Kompol Djoko Purwanto membenarkan adanya keributan yang terjadi. Yang awalnya saat itu Daeng Mantang sedang menjemur pakaian di tiang jemuran miliki Salma (terduga pelaku).

“Karena merasa keberatan, Salma memutus tali jemuran dan mengambilnya, hingga membuat pakaian Daeng jatih dan kotor,” tegas Djoko saat ditemui diruangannya.

Lanjutnya, melihat pakaian itu akhirnya korban mendatangi Salma untuk menanyakan hal tersebut. Karena merasa takut dikeroyok atau bagaimana, terduga pelaku mengambil bambu bekas tiang jemuran itu. Salma kemudian mengayunkan benda tumpul itu secara sporadis dan membabi buta.

Kata Djoko, belum diketahui siapa saja yang terkena. Sementara Daeng terus maju dan enggan mengalah. Warga pun berusaha untuk meredam perkelahian.

“Setelah itu korban sebetulnya mau melerai dan memeluk Ibu Salma dari depan, namun terduga pelaku mengigit bagian dada dan tangannya. Kemudian didorong,” tambahnya.

Berkat keputusannya melerai itu, Safarudin mengalami luka gigitan di bagian dada dan tangannya. Namun perkelahian kemudian berhasil diredam.

“Sekarang ini masih kita dalami keterangan pelaku. Karena setelah kejadian itu, pelaku kooperatif dengan langsung menyerahkan diri ke Polsek Balikpapan Barat,” akunya.

(Nya/ Ries).

405

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.