Ambil Langkah Tegas, Pemeran Video Mesum SMA Dikeluarkan dari Sekolah

Balikpapan, Metrokaltim.com – Setelah beredar luas video mesum yang dilakukan oleh salah satu pelajar SMA Negeri di Balikpapan, dengan cepat pihak sekolah langsung mengambil tindakan.

DA Kepala Sekolah SMA Negeri tersebut saat dikonfirmasi mengaku awalnya sempat terkejut dengan kejadian yang viral itu. Apalagi video yang mempertontonkan hubungan layaknya suami istri itu terjadi pada saat pembelajaran daring. Dia pun mengakui bahwa salah satu pemeran di video tersebut merupakan anak muridnya. Langkah tegas pun langsung diambil dengan memindahkan siswa tersebut ke sekolah lain yang ada di Balikpapan.

“Sehari setelah viral langsung mengadakan rapat dengan anak-anak. Kemudian dimalam harinya dilanjutkan rapat dengan para guru, dan Senin nya saya panggil orang tua, kemudian yang bersangkutan dipindahkan dari sekolah dan sekarang sudah sekolah lagi,” terang DA saat dikonfirmasi, pada Senin (23/8) siang.

Menurutnya, meskipun yang bersangkutan itu bersalah. Namun ia tetap mencarikan solusi dengan mencarikan sekolah lain. Apalagi siswa tersebut saat ini sudah duduk dibangku kelas XII SMA.

“Dia itu sudah kelas XII, sudah mau ujian. Jadi dipindahkan tetap di Balikpapan, soalnya sudah mau ujian kalo kan ya mau ke mana. Akhirnya saya carikan jalan keluar. Ya mudah-mudahan insaf anaknya. Ini kan kelalaian. Jadi disisi lain melindungi anak-anak yang banyak, disisi lain saya juga tidak mematikan karier anak tersebut,” terangnya.

Selain memberikan sanksi kepada muridnya, pihak sekolah juga memberikan sanksi keada guru sekolah yang saat itu mengajar murid melalui daring. Teguran lisan dan tertulis ini diberikan karena sang guru lalai dalam mengajar.

“Intinya lalai ketika memandu dalam pelajaran. Saya saja ditegur, tapi ya resiko jabatan,” papar DA.

Sementara itu, untuk siswa yang merekam dan menyebarkan video mesum tersebut lanjut DA, pihaknya masih menunggu keputusan dari pihak kepolisian, untuk memberikan sanksi kepada siswa tersebut.

“Saya nggak berani masih menduga-duga kan. Kalo nanti keputusannya polisi itu sebelum 31 Agustus maka ya kita carikan solusi untuk pindah, tapi kalo lebih maka tidak bisa, kalaupun pindah tetap tercatat murid di sini,” terangnya.

Ditanya soal, prestasi maupun kelakuan siswa pemeran video mesum tersebut, DA mengatakan dari laporan para guru siswa tersebut pendiam dan biasa-biasa saja.

“Dikenal pendiam, sikapnya nggak pernah aneh-aneh. Justru yang aneh-aneh atau bengal malah gakpapa,” ucapnya.

Dia mengatakan, peran aktif para orang tua di masa pembelajaran daring saat ini sangat dibutuhkan. Apalagi pihak sekolah tidak bisa langsung memantau para muridnya. “Peran orang tua di rumah ini sangat dibutuhkan, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata DA.

Dengan kejadian ini, dia berharap kepada seluruh guru untuk tidak hanya memberikan pelajar sains saja. Akan tetapi juga menyisipkan pendidikan karakter termasuk Undang-Undang ITE.

“Jadi bermain medsos harus ada kontrol, walaupun guru umum nggak salah juga untuk itu. Terus untuk anak2 tetap semangat, inikan kecelakaan, dan menurut kepolisian kan ini nggak sengaja. Pas lagi zoom ini muncul ada yang iseng merekam terus menyebarkannya,” bebenya.

Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi pihak sekolah, agar ke depan lebih bisa mengawasi semua pihak baik murid maupun guru-gurunya yang melaksanakan pembelajaran daring. “Pengawasan pasti lebih kita tingkatkan kedepannya,” tandasnya.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *