Balikpapan Jadi Pilot Project Kepemimpinan Digital di Era Post-Modern

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Rombongan peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimen) Polri Dikreg ke-65 Gelombang II, dipimpin Kombes Pol Utoro Saputro, menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Kepemimpinan Digital di Era Post Modern dan Post Truth” di Aula Mapolresta Balikpapan. Kegiatan ini dihadiri perwakilan Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, TNI–Polri, akademisi, tokoh masyarakat, serta peserta Sespimen Lemdiklat Polri.

Dalam sambutannya, Kombes Utoro menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antar-aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan daerah untuk menghadapi tantangan komunikasi publik di era post-truth. Ia menyoroti bagaimana opini masyarakat kini mudah terbentuk dari informasi yang belum tentu akurat, sehingga peran Polri sebagai sumber informasi terpercaya menjadi krusial.

“Polri mendorong transformasi mindset dari sikap reaktif menjadi preventif dan adaptif terhadap kemajuan teknologi. Era post-truth menuntut kami memastikan masyarakat menerima informasi yang akurat dan penegakan hukum yang tegas,” jelas Kombes Utoro.

Kota Balikpapan dipuji sebagai wilayah yang kondusif. Tingkat gangguan keamanan tercatat rendah, hanya satu hingga tiga perkara per hari. Keamanan ini menurut Kombes Utoro merupakan hasil sinergi efektif antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan berbagai proyek strategis nasional seperti kilang Pertamina dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), pengelolaan keamanan berbasis data dan teknologi menjadi kebutuhan utama.

Dalam FGD, peserta membahas strategi Forkopimda menanggapi berita viral, pemanfaatan teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan, serta penguatan komunikasi kolaboratif antara aparat dan masyarakat. Diskusi ini juga menjadi ajang pertukaran gagasan untuk membangun sistem kepemimpinan digital yang adaptif dan pelayanan publik yang efektif.

Kombes Utoro menekankan tiga prinsip utama lulusan Sespimen Polri: menjaga keteraturan sosial, menumbuhkan kecintaan terhadap kemanusiaan dan lingkungan, serta mengawal peradaban melalui tata kelola keamanan yang adaptif. “Polri tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga berperan membangun peradaban bangsa,” ujarnya.

FGD ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi Forkopimda dalam menghadapi tantangan era digital, memastikan keamanan dan kesejahteraan masyarakat berjalan seiring. Wawali Balikpapan turut hadir sebagai narasumber, memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kolaborasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.(*/ Ries).

133

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.