Bawa 2 Kg Sabu, Dua Warga Balikpapan Ditangkap Polisi di Dua Kota Berbeda

Balikpapan, Metrokaltim.com – Tim Opsnal Subdit III Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kaltim sukses membekuk dua pelaku penyalahguna narkotika di dua kota berbeda. Dari tangan para pelaku, aparat mengamankan narkoba jenis sabu-sabu seberat lebih 2 kilogram.

Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Kaltim, Komisaris Polisi Ronny Bonic, membeberkan, terungkapnya kasus ini bermula dari laporan warga. Warga melaporkan kepada polisi jika akan ada transaksi narkoba dalam jumlah besar di sebuah hotel melati di Bontang pada Kamis, 26 November lalu.

Mendapat laporan tersebut, Polda Kaltim menerjunkan Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba. Hari itu juga mereka berangkat ke Bontang untuk menyelidiki laporan itu lebih dalam. Saat tiba di hotel yang dimaksud itu, tim melihat seorang remaja dengan gerak-gerik mencurigakan. Belakangan, pemuda itu diketahui bernama Noor Ade Saputra (20), warga Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat.

Saat itu hari telah berganti menjadi Jumat (27/11) dini hari, petugas kepolisian berpakaian sipil kemudian menyamperin Noor. Namun kedatangan polisi ini berhasil diendus Noor. Dia lantas mengambil langkah seribu alias kabur. Tak ingin kecolongan, petugas melakukan pengejaran.

Polisi pun berhasil mengamankan Noor tak jauh dari hotel. Petugas lalu menggeledah seluruh barang bawaan Noor. Dari hasil pemeriksaan ini, benar saja, petugas menemukan narkoba di dalam tas hitam yang dibawa Noor.

“Dari tangan tersangka kami menemukan dua bungkusan teh hijau berisi sabu-sabu seberat 2,325 kilogram dan dua bungkus berukuran kecil isi sabu seberat 13,9 gram,” kata Ronny, Senin (30/11).

Dengan ditemukannya barang bukti sabu-sabu membuat Noor tak berkutik. Kepada polisi, Noor menyebutkan jika serbuk setan itu akan diantarkannya kepada seseorang bernama Januari Hariyanto (29) di Balikpapan.

Barang bukti sabu yang diamankan kepolisian.

Rencannya, Noor dan Januari akan melangsungkan transaksi narkoba di kawasan Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan. Kata Noor kepada aparat, transaksi dilakukan dengan cara menaruh sabu-sabu lebih 2 kg itu di dalam bak sampah, kemudian diambil Januari tanpa sepengetahuan orang lain.

Mendapat informasi tersebut, Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba bergegas ke Kota Minyak untuk melakukan pengembangan kasus. Tim lalu menaruh sabu-sabu di bak sampah yang disebutkan Noor itu untuk memancing Januari. Betul saja, tidak lama kemudian, Januari datang mengambil barang haram itu.

Tim Opsnal Subdit III yang sudah melakukan pengintaian sedari tadi langsung membekuk Januari. Petugas lalu membawa Januari ke rumahnya untuk melakukan penggeledahan. Di rumah itu, petugas menemukan kartu ATM dan satu unit handphone Vivo biru-putih. Barang-barang itu diamankan karena diduga kuat digunakan Januari untuk bertransaksi narkoba.

Kepada polisi, Januari mengaku akan mengedarkan sabu-sabu yang dibawa Noor itu di Balikpapan. Namun dia berdalih menjadi pengedar narkoba bukan karena inisiatifnya, melainkan atas perintah seseorang berinisial W, yang disebut-sebut sebagai bandar narkoba dalam kasus ini. W kini menjadi buronan polisi.

“Berdasarkan hasil lidik bahwa tersangka pertama (Noor) disuruh oleh W untuk mengambil sabu di Bontang. Kemudian tersangka kedua (Januari) disuruh W untuk mengambil sabu dari tersangka pertama,” ungkap Ronny.

Kini Noor dan Januari meringkuk di rumah tahanan Markas Polda Kaltim untuk diproses hukum lebih lanjut. Akibat perbuatannya, mereka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang 35/2009, tentang Narkotika.

“Ancaman hukumannya sekitar 20 tahun penjara. Kami juga masih melakukan pengembangan terkait kasus ini,” tukas Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Kaltim.

(sur/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *